Siap-siap! 60 Mobnas Eks Pejabat Rohil Bakal Ditarik Paksa

Jumat, 19 Agustus 2016

Ilustrasi.

BAGANSIAPIAPI - Ketua Komisi B DPRD Rohil, Hendra Bustmam mengungkapkan, selama ini ketegasan Pemkab Rohil terhadap penarikan mobnas masih  dianggap lemah. Padahal, dewan sudah tiga kali melayangkan surat kepada pihak yang bersangkutan supaya mobnas secepatnya ditarik.
 
Oleh karena itu, Pemkab dan DPRD Rokan Hilir (Rohil) akan melibatkan aparat kepolisian untuk menarik paksa 60 unit Mobil Dinas (Mobnas) dari eks pejabat September mendatang. Puluhan mobnas itu masih dikuasai eks pejabat Pemkab dan anggota DPRD Rohil.
 
Dari informasi yang didapat, hingga kini baru 47 unit mobnas yang dikembalikan para eks pejabat eksekuif dan legislatif. "DPRD dan Pemkab Rohil sudah berkoordinasi dengan kepolisian untuk  merencanankan penarikan paksa mobnas itu pada  September mendatang. Dari Pemkab juga tetap menurunkan personel Satpol PP," ungkap Hendra, awal pekan kemarin di ruang kerjanya.
 
Hendra mengatakan, dari 47 mobnas yang telah dikembalikan, terakhir adalah mobnas yang dipakai mantan anak Gubernur Riau, Annas Maamun, yakni, Noor Charis Putra alias Mpoy ketika masih menjabat Kasi Pengairan Dinas Bina Marga dan Pengairan.
"Masih ada 60 unit lagi mobnas ditangan mantan pejabat. Ini aset negara dan yang tidak berhak menggunakannya kita minta segera mengembalikannya sebelum ditarik paksa. Berikan contoh yang baik kepada masyarakat sebagai orang yang pernah menjadi panutan," imbau Hendra.
 
"Masa ini sudah masuk surat teguran yang keempat. Kami minta pemerintah tak pandang bulu untuk melakukan penarikan mobnas bagi mantan pejabat yang masih membandel," cetusnya.
 
Selain itu, Politisi Partai Gerindra ini juga meminta kepada anggota DPRD Rohil yang masih menjabat kemudian mendapatkan mobil dinas baru juga diminta segera mengemmbalikan mobnas yang lama. "Buat apa sih banyak-banyak. Satu saja sudah cukup. Jangan nanti dikira masyarakat beternak mobil dinas," tegas Hendra. (cr1)