<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Latest Posts</title><link>https://riaurealita.com/</link><description>Latest posts of our site.</description><atom:link href="https://riaurealita.com/rss" rel="self" type="application/rss+xml" /><item><title>Dahari: Kalau Salah Sejak Awal, Mengapa KTA PWI Saya Diloloskan? Ini Seperti Maling Teriak Maling.</title><link>https://riaurealita.com/detail/34068/dahari-kalau-salah-sejak-awal-mengapa-kta-pwi-saya-diloloskan-ini-seperti-maling-teriak-maling</link><description>&lt;p&gt;BENGKALIS– Ungkapan &quot;maling teriak maling&quot; menjadi kalimat yang berulang kali disampaikan Dahari saat menceritakan polemik pengembalian Kartu Tanda Anggota (KTA) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bengkalis yang kini menjadi perbincangan publik. Baginya, persoalan yang mencuat saat ini bukan sekadar soal administrasi, melainkan akumulasi dari hubungan yang retak setelah bertahun&#45;tahun berjalan baik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di balik polemik tersebut, tersimpan kisah panjang tentang persahabatan, perjalanan organisasi, dan dinamika internal yang menurut Dahari berujung pada saling tuding di antara sesama insan pers.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dahari mengaku mengenal dekat Sekretaris PWI Bengkalis, Agustiawan, jauh sebelum dirinya menjadi anggota organisasi wartawan terbesar di Indonesia itu. Hubungan keduanya terjalin saat sama&#45;sama aktif menjalankan tugas jurnalistik di berbagai lokasi peliputan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kedekatan itu, kata Dahari, membuat dirinya menaruh kepercayaan penuh kepada rekannya tersebut. Berbagai kegiatan liputan dijalani bersama hingga terbangun hubungan yang akrab dan saling mendukung.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Sekitar tahun 2015 hingga 2017, ketika PWI membuka pendaftaran anggota muda, Dahari mengaku mendapat dorongan dari Agustiawan untuk ikut bergabung. Namun saat itu ia menghadapi kendala administrasi karena hanya memiliki ijazah Madrasah Tsanawiyah (MTs),&quot; ungkapnya, Minggu (5/7/26).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Dahari, dirinya sempat menyampaikan keraguan karena merasa tidak memenuhi syarat yang dibutuhkan. Ia khawatir proses pendaftaran tidak dapat dilanjutkan apabila persyaratan administrasi tidak lengkap.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun, menurut pengakuannya, saat itu dirinya diyakinkan bahwa persoalan tersebut dapat diatasi. Bahkan ia mengaku diminta menggunakan fotokopi ijazah milik adiknya yang dinilai memiliki kemiripan wajah dengannya.&lt;br&gt;Meski sempat merasa khawatir akan menimbulkan persoalan di kemudian hari, Dahari akhirnya mengikuti arahan tersebut. Dengan keyakinan bahwa semuanya telah diketahui dan dianggap aman, ia pun melanjutkan proses pendaftaran hingga resmi menjadi anggota PWI.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perjalanannya di organisasi tidak berhenti di situ. Ia mengikuti berbagai kegiatan kewartawanan dan beberapa tahun kemudian berhasil lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Pekanbaru. Bagi Dahari, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa dirinya serius menjalani profesi wartawan.&lt;br&gt;Namun suasana yang semula penuh kebersamaan perlahan berubah. Hubungan yang dulu akrab mulai merenggang. Dahari menilai akar persoalan bukan berasal dari ijazah yang digunakan saat pendaftaran, melainkan masalah internal organisasi yang berkaitan dengan hak&#45;hak keuangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salah satu yang masih menjadi tanda tanya baginya adalah dana transportasi peserta Kongres PWI Riau di Gedung Cik Puan Bengkalis. Ia mengaku tidak pernah menerima dana transportasi sebesar Rp500 ribu yang disebut&#45;sebut diberikan kepada peserta kegiatan tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tidak hanya itu, saat dipercaya menjabat sebagai Ketua SIWO PWI Bengkalis pada masa kepemimpinan Adi Putra, Dahari mengaku harus menggunakan dana pribadi bahkan meminjam uang untuk membiayai keberangkatan peserta mengikuti kegiatan olahraga wartawan di tingkat provinsi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah kegiatan selesai, ia menyatakan telah menyerahkan laporan pertanggungjawaban dengan nilai sekitar Rp7 juta kepada pengurus PWI Bengkalis. Namun hingga dana hibah organisasi dicairkan, ia mengaku belum pernah menerima penggantian atas biaya yang telah dikeluarkan.&lt;br&gt;Menurut Dahari, sejak saat itulah hubungan dirinya dengan sejumlah pengurus mulai memburuk. Tak lama kemudian, ia mengaku digantikan dari posisi Ketua SIWO meskipun namanya masih tercantum dalam surat keputusan kepengurusan yang berlaku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketika polemik dualisme kepengurusan PWI terjadi di tingkat pusat, persoalan yang selama ini tidak pernah dipermasalahkan kembali mencuat. Dahari mempertanyakan mengapa isu ijazah yang menurutnya sudah diketahui sejak awal justru baru diangkat setelah hubungan internal organisasi tidak lagi harmonis. Ia menilai pihak&#45;pihak yang mengetahui, menerima, dan meloloskan dokumen administrasi tersebut semestinya ikut bertanggung jawab.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kalau memang sejak awal dianggap salah, mengapa dulu bisa diloloskan? Karena itu saya mengatakan ini seperti maling teriak maling. Semua pihak yang terlibat harus bertanggung jawab, termasuk pihak yang melakukan verifikasi dan seleksi calon anggota,&quot; tegas Dahari.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riaurealita.com/assets/berita/original/20575047794-images(7).jpg"/><pubDate>Sun, 05 Jul 2026 22:42:35 +0700</pubDate><guid>https://riaurealita.com/detail/34068/dahari-kalau-salah-sejak-awal-mengapa-kta-pwi-saya-diloloskan-ini-seperti-maling-teriak-maling</guid></item><item><title>Kafilah Kuansing Raih Peringkat Tiga MTQ Riau ke&#45;44, Warga Kenang Kepemimpinan Suhardiman Amby</title><link>https://riaurealita.com/detail/34067/kafilah-kuansing-raih-peringkat-tiga-mtq-riau-ke44-warga-kenang-kepemimpinan-suhardiman-amby</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kuansing&#45;&lt;/strong&gt; Musabaqah Tilawatil Qur&apos;an (MTQ) ke&#45;44 Tingkat Provinsi Riau resmi berakhir pada Jumat malam (3/7/2026). Kafilah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) berhasil menorehkan prestasi dengan menempati peringkat ketiga, di bawah Kabupaten Rokan Hilir sebagai juara umum dan Kabupaten Bengkalis di posisi kedua.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di balik euforia keberhasilan tersebut, sebagian masyarakat masih mengenang sosok mantan Bupati Kuansing, Dr. H. Suhardiman Amby. Mereka menilai keberhasilan penyelenggaraan MTQ tidak lepas dari kerja kerasnya dalam mempersiapkan pelaksanaan kegiatan tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kami tetap merindukan beliau. Sosok pemimpin yang energik, visioner, dan mampu mengubah wajah ibu kota Kuansing menjadi lebih baik dan maju,&quot; ujar Rivi (37), warga Teluk Kuantan, kepada media ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, terlepas dari berbagai kontroversi yang pernah terjadi, keberanian serta visi besar Suhardiman Amby telah memberikan dampak positif bagi pembangunan dan masyarakat Kuansing.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Pro dan kontra itu pasti ada. Namun bagi saya, hal&#45;hal positif dari kepemimpinan H. Suhardiman Amby patut menjadi catatan dan teladan, sedangkan yang negatif tidak perlu ditiru,&quot; tambah alumnus Universitas Islam Riau tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia berharap pemimpin Kuansing saat ini maupun di masa mendatang memiliki komitmen yang sama dalam membangun daerah sehingga Kuantan Singingi dapat semakin maju.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, penutupan MTQ Provinsi Riau ke&#45;44 dilakukan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Dr. Syahrial Abdi, bersama Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kuantan Singingi, H. Muklisin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketua LPTQ Kuantan Singingi, H. Yaramis, mengaku bangga dan terharu atas capaian yang diraih Kafilah Kuansing.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Ini merupakan hasil maksimal yang bisa kami capai. Semoga ke depan prestasi Kuansing semakin baik. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan semangat kepada Kafilah Kuansing,&quot; ujarnya singkat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Daftar Juara Umum MTQ Provinsi Riau ke&#45;44:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;1. Rokan Hilir&lt;br&gt;2. Bengkalis&lt;br&gt;3. Kuantan Singingi&lt;br&gt;4. Indragiri Hulu&lt;br&gt;5. Pekanbaru&lt;br&gt;6. Siak&lt;br&gt;7. Kampar&lt;br&gt;8. Indragiri Hilir&lt;br&gt;9. Pelalawan&lt;br&gt;10. Kepulauan Meranti&lt;br&gt;11. Rokan Hulu&lt;br&gt;12. Dumai&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riaurealita.com/assets/berita/original/60043824495-fb_img_1783147770864.jpg"/><pubDate>Sat, 04 Jul 2026 13:55:30 +0700</pubDate><guid>https://riaurealita.com/detail/34067/kafilah-kuansing-raih-peringkat-tiga-mtq-riau-ke44-warga-kenang-kepemimpinan-suhardiman-amby</guid></item><item><title>Polda Riau Tinjau Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Bengkalis, Progres Capai 80 Persen</title><link>https://riaurealita.com/detail/34066/polda-riau-tinjau-pembangunan-kampung-nelayan-merah-putih-di-bengkalis-progres-capai-80-persen</link><description>&lt;p&gt;BENGKALIS &#45; Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) pertama di Provinsi Riau yang berlokasi di Desa Pambang Pesisir, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, menunjukkan perkembangan yang signifikan. Hingga akhir Juni 2026, progres pembangunan telah mencapai sekitar 80 persen dan ditargetkan rampung pada Agustus mendatang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana, personel Polda Riau, IPDA Iswadi Putra, SH bersama anggota, didampingi Sekretaris Desa Pambang Pesisir Desi Rizal dan masyarakat setempat, meninjau langsung lokasi pembangunan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;IPDA Iswadi Putra menjelaskan, Kampung Nelayan Merah Putih merupakan program strategis nasional yang dijalankan melalui sinergi antara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), pemerintah daerah, serta Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Program ini diharapkan menjadi percontohan bagi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di daerah lain di Provinsi Riau. Pengelola juga telah dibekali pelatihan teknis agar mampu mengelola seluruh fasilitas secara profesional dan berkelanjutan,&quot; ujar Iswadi, Rabu (1/7/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia mengatakan, di Desa Pambang Pesisir, pengelolaan KNMP dipimpin Marhalis yang juga menjabat sebagai Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Bengkalis. Kawasan tersebut menjadi pusat aktivitas sekitar 4.420 nelayan dan merupakan Kampung Nelayan Merah Putih pertama di Riau.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berbagai fasilitas modern disiapkan untuk menunjang produktivitas nelayan, mulai dari dermaga, Tempat Pelelangan Ikan (TPI) modern, gudang beku (cold storage), pabrik es, bantuan alat tangkap dan jaring, hingga fasilitas pendukung seperti sanitasi, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), pusat kuliner bahari, serta sarana pemasaran hasil perikanan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Seluruh operasional kawasan nantinya akan dikelola secara profesional oleh manajer yang telah mendapatkan pelatihan khusus dengan dukungan pemerintah daerah dan Koperasi Desa Merah Putih. Harapannya, kawasan ini benar&#45;benar mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan,&quot; katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Program prioritas nasional tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan produktivitas sektor perikanan, tetapi juga menjadi langkah nyata pemerintah dalam mengurangi kemiskinan serta mendorong pemerataan ekonomi di kawasan pesisir.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kehadiran KNMP mendapat sambutan positif dari masyarakat Desa Pambang Pesisir. Para nelayan menilai sistem pengelolaan berbasis koperasi akan mempermudah akses terhadap permodalan, layanan perawatan kapal (docking), hingga distribusi hasil tangkapan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain meningkatkan kesejahteraan nelayan, pembangunan kawasan ini juga diproyeksikan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lingkungan kampung yang lebih tertata diharapkan berkembang menjadi sentra kuliner bahari sekaligus destinasi wisata pesisir yang mampu menggerakkan perekonomian lokal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Program ini juga mendorong nelayan agar lebih tertib dalam mengurus perizinan usaha perikanan dan dokumen kapal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di sisi lain, keterlibatan generasi muda diharapkan dapat mempercepat transformasi digital melalui pemasaran hasil tangkapan maupun produk olahan ikan secara daring.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan progres pembangunan yang telah mencapai 80 persen, Kampung Nelayan Merah Putih Desa Pambang Pesisir ditargetkan segera beroperasi dan menjadi model pengembangan kawasan pesisir modern yang mampu meningkatkan kesejahteraan ribuan nelayan di Provinsi Riau.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riaurealita.com/assets/berita/original/1154989073-img-20260701-wa0003.jpg"/><pubDate>Wed, 01 Jul 2026 12:02:27 +0700</pubDate><guid>https://riaurealita.com/detail/34066/polda-riau-tinjau-pembangunan-kampung-nelayan-merah-putih-di-bengkalis-progres-capai-80-persen</guid></item><item><title>Masuk 10 Polda Terbaik, Polda Riau Gelar Doa Lintas Agama Sambut Hari Bhayangkara ke&#45;80</title><link>https://riaurealita.com/detail/34065/masuk-10-polda-terbaik-polda-riau-gelar-doa-lintas-agama-sambut-hari-bhayangkara-ke80</link><description>&lt;p&gt;PEKANBARU &#45; Menyambut Hari Bhayangkara ke&#45;80, Polda Riau menggelar Doa Bersama Lintas Agama di Ruang Tribrata Lantai V Mapolda Riau, Jalan Pattimura, Pekanbaru, Selasa (30/6/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan tersebut dihadiri Wakapolda Riau Brigjen Pol Hengky Haryadi, jajaran Pejabat Utama Polda Riau, unsur Forkopimda Riau, tokoh agama, serta tamu undangan lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam sambutannya, Brigjen Hengky mengatakan peringatan Hari Bhayangkara ke&#45;80 menjadi momentum bagi seluruh insan Bhayangkara untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan kabar membanggakan bahwa Polda Riau menjadi satu dari 10 Polda di Indonesia yang menerima penghargaan Nugraha Sakanti, penghargaan bergengsi bagi satuan kepolisian berprestasi. Di wilayah Sumatera, penghargaan tersebut hanya diraih Polda Riau dan Polda Lampung.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Delapan puluh tahun perjalanan Polri bukan sekadar bertambahnya usia organisasi, tetapi merupakan perjalanan panjang pengabdian, perjuangan, dan amanah besar yang diberikan negara serta masyarakat kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia,&quot; ujar Brigjen Hengky.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mengusung tema &quot;Polri untuk Masyarakat&quot;, menurutnya, seluruh pengabdian Polri harus mampu menghadirkan rasa aman, memberikan ketenangan, dan membawa manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Sejatinya Polri lahir dari masyarakat, bekerja bersama masyarakat, dan seluruh pengabdian Polri dipersembahkan untuk masyarakat,&quot; katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia menegaskan, doa bersama lintas agama memiliki makna yang sangat mendalam. Selain memohon perlindungan dan keberkahan dari Tuhan Yang Maha Esa, kegiatan tersebut juga menjadi wujud komitmen bersama dalam menjaga kerukunan di tengah keberagaman yang menjadi kekuatan Provinsi Riau.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, Riau merupakan rumah besar bagi berbagai suku, budaya, adat istiadat, dan agama. Keberagaman itu harus terus dirawat sebagai modal utama memperkuat persaudaraan, persatuan, dan kedamaian di Bumi Lancang Kuning.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Brigjen Hengky juga mengingatkan bahwa tantangan menjaga keamanan semakin kompleks. Perkembangan teknologi, kejahatan siber, peredaran narkoba, hingga persoalan lingkungan memerlukan sinergi seluruh elemen masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena itu, Polda Riau berkomitmen tidak hanya menjalankan fungsi penegakan hukum, tetapi juga terus memperkuat kemitraan dengan masyarakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kami percaya keamanan yang berkelanjutan tidak hanya lahir dari kekuatan aparat, tetapi juga dari kepercayaan, kepedulian, dan kebersamaan antara Polri dengan seluruh elemen masyarakat,&quot; ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada kesempatan tersebut, Wakapolda menyampaikan apresiasi kepada TNI, para tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat yang selama ini menjadi mitra strategis Polri dalam menjaga keamanan dan keharmonisan di Provinsi Riau.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus memberikan doa dan dukungan agar Polri, khususnya&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Polda Riau, senantiasa diberi kekuatan, kebijaksanaan, dan keikhlasan dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menutup sambutannya, Brigjen Hengky mengajak seluruh peserta mendoakan anggota Polri yang masih bertugas maupun para Bhayangkara yang telah gugur dalam menjalankan pengabdian kepada bangsa dan negara.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Melalui doa bersama lintas agama ini, kita membuktikan bahwa meskipun memiliki cara berdoa yang berbeda, kita dipersatukan oleh harapan yang sama, yakni menjaga persatuan, merawat kedamaian, dan menghadirkan kebaikan bagi Provinsi Riau serta Negara Kesatuan Republik Indonesia,&quot; tutupnya.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riaurealita.com/assets/berita/original/3218409257-1782802637.jpg"/><pubDate>Tue, 30 Jun 2026 14:58:18 +0700</pubDate><guid>https://riaurealita.com/detail/34065/masuk-10-polda-terbaik-polda-riau-gelar-doa-lintas-agama-sambut-hari-bhayangkara-ke80</guid></item><item><title>MENAG KH Nasaruddin Umar Terkesan Kearifan Lokal dan Nuansa Keagamaan di Kuantan Singingi</title><link>https://riaurealita.com/detail/34064/menag-kh-nasaruddin-umar-terkesan-kearifan-lokal-dan-nuansa-keagamaan-di-kuantan-singingi</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kuansing&#45; &lt;/strong&gt;Menteri Agama Republik Indonesia, KH Nasaruddin Umar, menyampaikan kesan mendalam terhadap kearifan budaya dan kuatnya nuansa keagamaan masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi saat menghadiri rangkaian kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke&#45;44 tingkat Provinsi Riau di Teluk Kuantan, Sabtu (27/6/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada kesempatan tersebut, Menag juga melepas secara resmi pelaksanaan Pacu Jalur yang menjadi bagian dari semarak MTQ. Ia mengaku terkesan dengan sambutan hangat masyarakat serta harmonisasi antara tradisi budaya dan kehidupan religius yang masih sangat kuat di daerah tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Saya sangat terkesan dengan sambutan hangat masyarakat Kuansing yang begitu antusias,” ujar Nasaruddin Umar yang juga Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menag juga menilai, kekentalan nilai budaya dan agama di Kuantan Singingi semakin terasa dengan kepemimpinan daerah di bawah Bupati Suhardiman Amby bersama Wakil Bupati Muklisin. Menurutnya, kondisi tersebut sejalan dengan slogan daerah “Siang Bapacu, Malam Mengaji” yang dinilainya sangat tepat menggambarkan kehidupan sosial masyarakat setempat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ini sangat menarik, seperti yang disampaikan Pak Bupati, bahkan slogan Siang Bapacu, Malam Mengaji sangat sesuai dengan kondisi yang saya saksikan hari ini,” tambahnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menag berharap pelaksanaan MTQ ke&#45;44 tingkat Provinsi Riau ini dapat menjadi sarana memperkuat syiar Al&#45;Qur’an di tengah masyarakat, sekaligus mempererat persatuan umat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Semoga melalui MTQ ini kita semua dapat berperan dalam mensyiarkan Al&#45;Qur’an,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, Bupati Kuantan Singingi,Dr H Suhardiman Amby menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kehadiran Menteri Agama RI di daerahnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bupati &amp;nbsp;Dr H Suhardiman Amby &amp;nbsp;juga berterima kasih kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto, jajaran pemerintah provinsi, serta para bupati dan wali kota se&#45;Provinsi Riau yang telah mengirimkan kafilah dalam jumlah besar untuk mengikuti MTQ tahun ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Terima kasih atas kehadiran Bapak Menteri Agama di Kuantan Singingi, serta dukungan semua pihak yang telah menyukseskan MTQ ke&#45;44 ini,” ujar Bupati Suhardiman Amby.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bupati juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam pelayanan selama pelaksanaan kegiatan, namun berharap seluruh tamu dan peserta tetap merasa nyaman dan tidak bosan untuk kembali berkunjung ke Kuantan Singingi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Acara tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Kuantan Singingi, unsur Forkopimda, serta berbagai pejabat daerah dan undangan lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;MTQ ke&#45;44 Provinsi Riau diharapkan menjadi ajang memperkuat nilai&#45;nilai keagamaan sekaligus melestarikan budaya lokal di tengah masyarakat.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riaurealita.com/assets/berita/original/19083067162-img-20260627-wa0012.jpg"/><pubDate>Sat, 27 Jun 2026 16:21:17 +0700</pubDate><guid>https://riaurealita.com/detail/34064/menag-kh-nasaruddin-umar-terkesan-kearifan-lokal-dan-nuansa-keagamaan-di-kuantan-singingi</guid></item></channel></rss>