Bupati Yopi Sukses Naikkan Pamor Bolu Berendam

Rabu, 20 Desember 2017 | 23:18:20 WIB
Bupati Yopi Sukses Naikkan Pamor Bolu Berendam
Ket Foto : Bupati Inhu, H Yopi Arianto SE menerima piagam penghargaan dari Wakil Direktur MURI, Osmar Semesta Susilo atas rekor sajian Bolu Berendam terbanyak.

RENGAT - Bupati Indragiri Hulu (Inhu), H Yopi Arianto SE tak hanya gencar membangun infrastruktur. Bupati Yopi juga memiliki perhatian besar terhadap kuliner khas daerah yang dipimpinnya. Bolu Berendam misalnya, sukses diantarnya meraih dua penghargaan bergengsi tingkat nasional.

Pada Jumat, 13 Oktober 2017, Bolu Berendam mengukir sejarah masuk buku Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai bolu terbanyak yang pernah disajikan di Indonesia. Penghargaan  itu diberikan MURI setelah sebanyak 100 ribu Bolu Berendam disajikan pada acara pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-47 tingkat Kabupaten Inhu di Desa Kampung Pulau, Kecamatan Rengat. 

Rekor penyajian bolu terbanyak itu masuk buku MURI dengan nomor 8.143. Penghargaan atas pemecahan rekor tersebut diserahkan Wakil Direktur MURI, Osmar Semesta Susilo kepada Bupati Yopi disaksikan ribuan pasang mata yang memadati lokasi MTQ ke-47 tingkat Kabupaten Inhu itu.

Bolu Berendam atau Bolu Beghondam merupakan kue khas masyarakat Melayu Rengat. Makanan tersebut hanya akan dijumpai ketika hari-hari besar seperti Idul Fitri dan Idul Adha. Bolu Berendam juga bisa ditemui saat acara pesta pernikahan. Konon, Bolu Berendam merupakan kudapan kesukaan raja-raja Kerajaan Indragiri.

Bupati Inhu, H Yopi Arianto SE menerima piagam penghargaan dari Wakil Direktur MURI, Osmar Semesta Susilo atas rekor sajian Bolu Berendam terbanyak.

Bolu itu disebut Bolu Berendam karena saat disajikan dalam keadaan basah atau berkuah. Kuahnya pun bukan sembarang kuah. Kuah Bolu Berendam merupakan larutan gula yang diberi cengkeh, kayu manis dan adas. Karena itu, Bolu Berendam memiliki rasa khas.

Walaupun disajikan dalam keadaan basah dan berkuah, Bolu Berendam tidaklah hancur atau berderai. Teksturnya tetap padat. Itu pula yang membedakan Bolu Berendam dengan bolu lain di Indonesia.

Wakil Direktur MURI yang melihat langsung proses pembuatan Bolu Berendam pun mengakui makanan tradisional Inhu itu berbeda dengan bolu lain yang telah dikenal di Tanah Air."Rekor ini sangatlah membanggakan bagi masyarakat maupun pemerintah Kabupaten Inhu, karena kami sendiri melihat bagaimana susahnya membuat Bolu Berendam, dan untuk mengumpulkan 100 ribu bolu ini juga tidak gampang," ujarnya ketika itu.

Sementara itu, Bupati Yopi mengatakan, rekor MURI untuk melecut semangat masyarakat melestarikan Bolu Berendam. "Rekor MURI ini saya persembahkan untuk seluruh masyarakat Inhu," tuturnya.

Sekretaris Kementerian Pariwisata RI, Ukus Kuswara menyerahkan piala juara pertama kategori makanan tradisional terpopuler pada API 2017 kepada Bupati Yopi yang diwakili Wakil Bupati Inhu, H Khairizal.

Bupati Yopi juga berharap dengan pemecahan rekor MURI tersebut akan semakin banyak masyarakat Indonesia mengenal Bolu Berendam sebagai makanan khas Inhu.Pamor Bolu Berendam semakin meningkat karena berhasil diantarkan Bupati Yopi sebagai juara pertama kategori makanan tradisional terpopuler pada ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) 2017. 

Penghargaan itu diserahkan Sekretaris Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Ukus Kuswara kepada Bupati Yopi yang diwakili Wakil Bupati Inhu, H Khairizal pada Sabtu, 25 November 2017.

Suksesnya Bolu Berendam sebagai makanan tradisional terpopuler, menurut Wabup Khairizal tidak lepas dari upaya Bupati Yopi dalam melestarikan dan mengenalkan makanan tradisional khas Inhu itu kepada masyarakat luas di seluruh Tanah Air.

Bupati Yopi pun bangga Bolu Berendam terus menunjukkan pesonanya di tingkat nasional. "Semua ini tidak terlepas dari dukungan seluruh masyarakat Inhu. Atas nama Pemerintah Kabupaten Inhu, saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung sehingga Bolu Berendam mampu meraih prestasi ini," tuturnya.

Kementerian Pariwisata menyatakan, ajang API digelar untuk memacu seluruh daerah mengembangkan kekayaan alam, kuliner, dan tradisi melalui kemasan pariwisata. Sektor ini bisa memberikan dampak positif bagi daerah, baik pemasukan untuk kas daerah maupun mendorong pertumbuhan usaha kecil dan menengah serta usaha kreatif. (adv)