Pendidikan Agama dan Etika yang Menumbuhkan Akhlak Mulia

Para Santri Diharapkan Menjadi Agen Perubahan

Kamis, 20 Oktober 2016 | 22:39:20 WIB
Para Santri Diharapkan Menjadi Agen Perubahan
Ket Foto : Gubri buka puasa bersama di Pondok Pesantren Putri Gontor Rimbo Panjang beberapa waktu lalu.

PEKANBARU - Pendidikan agama merupakan pondasi untuk membentuk karakter bangsa. Melalui pendidikan agam, dapat membentuk serta menumbuhkan akhlak mulia, moral, budi pekerti atau karakter peserta didik merupakan langkah paling fundamental dan dasariah untuk membentuk karakter bangsa.

Sebahagian besar cita-cita yang ingin dicapai oleh masyarakat Riau tertuang dalam Visi Riau 2020. Namun, tinggi dan luhurnya suatu cita-cita masyarakat itu diukur dari sejauh mana cita-cita tersebut mengandung nilai agama, filosofi, moral dan budaya. Filosofi pembangunan daerah pemerintah Provinsi Riau mengacu kepada nilai-nilai luhur kebudayaan Melayu sebagai kawasan lintas budaya yang telah menjadi jati diri masyarakat.
 
Mewujudkan Visi Riau 2020 tersebut, Pemerintah Provinsi Riau telah menyatakan komitmen dan melakukan berbagai langkah strategis pembangunan. Hal tersebut semuanya terangkum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Riau tahun 2014-2019. Dalam RPJMD itu terdapat sembilan penekanan yang salah satunya menyangkut keagamaan yaitu, "pembangunan masyarakat yang berbudaya, beriman dan bertaqwa".
 
Gubri, Sekda Prov Riau dampingi Menakertrans RI  menandatangani Prasasti Gedung saat kunjungi Pesantren Al Mujtahadah jl Handayani Kec Marpoyan Damai.
 
Gubernur Riau (Gubri) Arsyadjuliandi Rachman mengatakan, pencapaian yang ingin diwujudkan melalui pokok-pokok visi tersebut adanya keseimbangan antara kesejahteraan masyarakat dan pembangunan ekonomi melalui pelayanan dasar yang berkualitas, infrastruktur yang memadai dan pembangunan berkelanjutan dengan aparatur yang andal dan tetap berada dalam nilai agama, filosofi, moral dan budaya.
 
"Terlebih, banyak lulusan santri-santri yang telah berhasil menunjukan eksistensinya didalam berpolitikan dan kemimpinan Indonesia. Seperti, Menteri Ketenagakerjaan RI, M Hanafi Dahkiri dan Khofifah selaku Menteri Sosial RI", ujar Gubri.
 
Ia berharap agar para santri harus menunjukan eksistensinya, karena Menteri Ketenagakerjaaan, Menteri Sosial juga alumni pesantren. Seiring dengan perkembangan global perubahan budaya yang tak terelakan, santri harus memberikan respon positif dan mengikuti perkembangan tersebut dalam suatu hal yang positif.
 
Gubri memberikan sambutan saat dampingi Menakertrans RI  kunjungi Pesantren Al Mujtahadah jl Handayani Kec Marpoyan Damai.
 
"Para santri diharapkan menjadi agent of change, dan pesantren dituntut untuk pertahankan pendidikan keagamaan di era globalisasi. Agar santri menjadi pribadi muslim kedepan, antara imtek dan impek, dan diharapkan menteri untuk bisa ikut sertakan balai pelatihan di pondok pesantren," ujarnya.
 
Lanjutnya, perubahan global begitu cepat terjadi saat ini. Gubernur mengajak santri menanggapinya dengan positif dan tetap mengikuti perkembangan zaman, terlebih pesantren sekarang banyak yang sudah berbasis teknologi. Gubernur Riau optimis dan yakin ke depan Riau akan semakin aman dan kondusif, ini karena perkembangan pondok pesantren (ponpes) semakin banyak di negeri lancang kuning ini.
 
"Saya merasa yakin kalau pesantren semakin banyak, maka Riau akan semakin aman. Kehadiran ribuan santri se Riau pada peringatan Hari Santri Nasional, bisa membuktikan bahwa santri mengangkat harkat dan martabat santri tingkat nasional. Bapak Hanif Dhakiri adalah seorang santri, hingga menjadi menteri seperti saat ini. Kita harap kedatangan Pak Menteri bisa menjadi semangat bagi santi," katanya. (adv)