RIAUREALITA.COM — PT Jetour Sales Indonesia resmi memasarkan Jetour T2 i-DM di GIIAS Semarang 2026 dengan harga Rp705 juta on the road, menawarkan jarak tempuh listrik murni 90 kilometer dan gabungan lebih dari 1.200 kilometer. SUV plug-in hybrid berkarakter petualang ini menyasar konsumen yang belum siap sepenuhnya pindah ke EV, dengan Semarang dipilih sebagai simpul perjalanan menuju Dieng, Solo, Yogyakarta, hingga Bali.
Angka jarak tempuh yang diklaim menjadi poin jual utama. Mode listrik murni diklaim mampu menempuh 90 kilometer, sementara jarak tempuh gabungan lebih dari 1.200 kilometer saat mesin bensin dan motor listrik bekerja bersama.
Spesifikasi dan Cara Kerja Intelligent Dual Mode
Jetour menyematkan sistem Intelligent Dual Mode pada T2 i-DM. Sistem ini mengatur perpindahan antara tenaga listrik dan mesin pembakaran, menyesuaikan dengan kondisi berkendara dan sisa daya baterai.
Marketing Director PT Jetour Sales Indonesia Moch Ranggy Radiansyah menjelaskan pendekatan teknis yang dipakai.
"Melalui Intelligent Dual Mode, JETOUR T2 i-DM dirancang untuk menghadirkan keduanya, efisiensi tenaga listrik untuk mobilitas sehari-hari sekaligus fleksibilitas dan kemampuan untuk perjalanan jarak jauh," kata Ranggy dalam keterangan resminya, Rabu (30/9/2026).
Konsep plug-in hybrid memang menempatkan T2 i-DM sebagai jembatan antara mobil bensin konvensional dan EV penuh. Pengguna masih bisa mengisi daya di rumah untuk pemakaian harian, tapi tidak perlu khawatir kehabisan baterai di perjalanan jauh.
Kenapa Semarang Jadi Titik Peluncuran
Pemilihan Semarang bukan tanpa alasan. Jetour menilai kota ini sebagai simpul perjalanan strategis, baik untuk rute dalam Jawa maupun menuju luar Jawa.
Dari Semarang, pengguna bisa menuju Dieng, Magelang, Solo, dan Yogyakarta. Rute lebih jauh mencakup Surabaya, Malang, Banyuwangi, hingga Bali. Kombinasi jarak listrik murni dan mesin bensin disebut menjawab kekhawatiran klasik pengguna EV soal minimnya titik pengisian di luar kota.
- Jarak tempuh listrik murni: 90 kilometer
- Jarak tempuh gabungan: lebih dari 1.200 kilometer
- Harga OTR Semarang: Rp705 juta
- Sistem penggerak: Intelligent Dual Mode (PHEV)
Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memutuskan
Harga Rp705 juta menempatkan T2 i-DM di segmen SUV PHEV yang tidak murah. Konsumen di kelas ini biasanya membandingkan dengan model PHEV lain yang sudah lebih dulu mapan di pasar Indonesia.
Klaim jarak tempuh 1.200 kilometer juga masih perlu dibuktikan lewat pengujian independen. Angka tersebut umumnya dihitung dari kondisi baterai penuh plus tangki bensin penuh, dan hasil real-world bisa berbeda tergantung gaya berkendara, medan, serta beban kendaraan.
Jetour belum merinci spesifikasi lengkap seperti kapasitas baterai, tenaga mesin, torsi, maupun waktu pengisian daya untuk pasar Indonesia. Detail konsumsi bahan bakar dalam kondisi baterai kosong juga belum diumumkan.
Posisi di Pasar PHEV Indonesia
Segmen plug-in hybrid di Indonesia masih relatif kecil dibanding EV murni maupun mobil bensin. Pemerintah memberi insentif untuk PHEV, tapi adopsinya belum sebesar kendaraan listrik berbasis baterai.
Bagi konsumen yang sering melakukan perjalanan jarak jauh tapi ingin merasakan berkendara listrik untuk harian, PHEV seperti T2 i-DM bisa jadi kompromi masuk akal. Namun bagi yang jarang keluar kota dan sudah punya akses pengisian daya memadai, EV murni mungkin lebih efisien dari sisi biaya operasional.
Jetour sendiri belum mengumumkan target penjualan maupun ketersediaan unit untuk wilayah selain Semarang. Calon pembeli disarankan menunggu informasi resmi soal spesifikasi teknis lengkap dan jadwal pengiriman sebelum melakukan pemesanan.

