DAYUN, SIAK - Setelah menjalani rangkaian pengabdian dan berbagai program bersama masyarakat, kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 13 Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) di Kampung Dayun resmi berakhir. Momen perpisahan yang digelar pada Jumat malam, 4 September 2026, di Lapangan Voli RT 09, Kampung Dayun, berlangsung meriah sekaligus mengharukan.
Acara tersebut dihadiri oleh Camat Dayun yang masih bertugas, Wahyudi, S.STP., Camat Dayun yang baru dilantik, Ruliawan Nugroho, S.Sos., Penghulu Kampung Dayun, Nasya Nugrik, M.IP., serta perwakilan tokoh masyarakat, pemuda, dan warga Kampung Dayun. Antusiasme masyarakat terlihat sejak awal hingga berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan.
Kegiatan diawali dengan laporan hasil pelaksanaan KKN Kelompok 13 UMRI. Laporan tersebut menjadi bentuk pertanggungjawaban mahasiswa atas berbagai program dan kegiatan yang telah dilaksanakan selama menjalankan pengabdian di tengah masyarakat Kampung Dayun.
Berbagai program yang dilaksanakan selama masa KKN tidak hanya menjadi bagian dari tugas akademik mahasiswa, tetapi juga menjadi kesempatan untuk membangun interaksi, menjalin kebersamaan, serta memberikan kontribusi secara langsung kepada masyarakat.
Usai laporan kegiatan, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Camat Dayun yang masih bertugas, Wahyudi, S.STP., kemudian sambutan dari Camat Dayun yang baru dilantik, Ruliawan Nugroho, S.Sos. Kehadiran kedua pejabat tersebut memberikan makna tersendiri dalam acara perpisahan ini, terlebih momentum tersebut juga bertepatan dengan adanya pergantian kepemimpinan di tingkat Kecamatan Dayun.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Penghulu Kampung Dayun, Nasya Nugrik, M.IP., serta perwakilan tokoh masyarakat. Dalam sambutannya, disampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada mahasiswa KKN Kelompok 13 UMRI yang selama berada di Kampung Dayun telah ikut berbaur, berinteraksi, dan berkontribusi melalui berbagai kegiatan pengabdian.
Suasana mulai berubah menjadi lebih emosional ketika memasuki agenda pesan dan kesan dari perwakilan mahasiswa KKN Kelompok 13 UMRI.
Momen tersebut menjadi salah satu bagian yang paling berkesan dalam acara perpisahan. Perwakilan mahasiswa menyampaikan pengalaman, cerita, ucapan terima kasih, serta kesan yang diperoleh selama menjalani kehidupan bersama masyarakat Kampung Dayun.
Bagi mahasiswa, KKN bukan sekadar kegiatan pengabdian yang berlangsung dalam waktu tertentu. Selama berada di tengah masyarakat, berbagai pengalaman dan interaksi yang terjalin telah menciptakan ikatan kebersamaan yang membuat momen perpisahan terasa begitu berarti.
Suasana haru semakin terasa ketika video rekap kegiatan atau after movie KKN Kelompok 13 UMRI diputar di hadapan masyarakat. Tayangan tersebut menampilkan kembali berbagai aktivitas, program kerja, serta momen kebersamaan mahasiswa selama melaksanakan KKN di Kampung Dayun.
Tawa, senyum, hingga rasa haru mewarnai suasana ketika berbagai kenangan selama masa pengabdian kembali ditampilkan melalui layar. Video tersebut seolah menjadi rangkuman perjalanan mahasiswa, sekaligus pengingat bahwa waktu yang singkat mampu menghadirkan begitu banyak cerita dan kenangan.
Setelah suasana haru, kemeriahan kembali hadir melalui hiburan seni Randai dan Tari Tor Tor. Penampilan tersebut berhasil menghidupkan suasana lapangan dan mendapatkan sambutan antusias dari masyarakat yang hadir. Perpaduan antara seni, budaya, dan kebersamaan menjadikan malam perpisahan semakin semarak.
Acara perpisahan tersebut menjadi penanda berakhirnya masa pengabdian KKN Kelompok 13 UMRI di Kampung Dayun. Namun, berakhirnya kegiatan KKN bukan berarti berakhir pula hubungan dan kenangan yang telah terbangun.
Selama menjalankan pengabdian, mahasiswa tidak hanya datang untuk melaksanakan program kerja, tetapi juga belajar mengenai kehidupan bermasyarakat, membangun komunikasi, memahami berbagai karakter, serta merasakan secara langsung arti kebersamaan dan gotong royong.
Melalui kesempatan tersebut, mahasiswa KKN Kelompok 13 UMRI turut menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kampung Dayun, tokoh masyarakat, pemuda, serta seluruh warga Kampung Dayun yang telah menerima, mendukung, dan membersamai mahasiswa selama menjalankan kegiatan pengabdian.
Malam perpisahan itu akhirnya menjadi sebuah penutup yang penuh makna—meriah karena kebersamaan, hangat karena kekeluargaan, dan haru karena harus berpisah.
Meski langkah mahasiswa KKN Kelompok 13 UMRI selanjutnya akan membawa mereka kembali pada kehidupan dan aktivitas masing-masing, berbagai cerita, pengalaman, dan kenangan yang tercipta bersama masyarakat Kampung Dayun diharapkan akan tetap menjadi bagian yang tidak terlupakan dari perjalanan mereka.
KKN boleh berakhir, tetapi cerita dan kenangan yang telah tercipta akan tetap tinggal.***

