RIAUREALITA.COM — Laga perdana kompetisi langsung memakan korban di Samarinda. Tuan rumah Borneo FC harus gigit jari di hadapan pendukungnya sendiri usai takluk 0-1 dari tamunya, Persija Jakarta.
Hasil positif ini membawa Macan Kemayoran bertengger di peringkat ketiga klasemen sementara. Sebaliknya, Borneo FC terperosok di posisi ke-16 setelah gagal mengamankan poin di kandang.
Sundulan Jeremejeff Pecah Kebuntuan Jelang Turun Minum
Persija racikan pelatih Shin Tae-Yong tampil menekan sejak peluit awal dibunyikan. Kolaborasi Alexander Jeremejeff dan Witan Sulaeman berulang kali merepotkan barisan pertahanan Pesut Etam.
Gol penentu akhirnya tercipta lewat skema serangan balik cepat di sektor sayap. Gelandang Stjepan Loncar mengirimkan umpan silang terukur ke kotak penalti tuan rumah.
Lini belakang Borneo FC kehilangan fokus saat mengantisipasi bola udara tersebut. Jeremejeff yang berdiri tanpa kawalan langsung menyambut bola lewat sundulan tajam ke sudut gawang tanpa mampu dijangkau kiper Kadu.
Borneo FC asuhan Mauro Jeronimo sejatinya sempat memberi perlawanan sengit di babak pertama. Peluang emas didapat melalui sepakan keras Moussa Diarra, namun bola masih bisa dimentahkan kiper Persija, Nadeo Argawinata.
Eksperimen Taktik Mauro Jeronimo Tak Berbuah Hasil
Memasuki babak kedua, Borneo FC langsung merespons ketertinggalan dengan merombak susunan pemain. R. Varanda masuk menggantikan Da Silva Oliveira, disusul Nul Zikrak yang menggantikan M. Rafli Asrul guna menyegarkan lini serang.
Tekanan yang tak kunjung membuahkan hasil memaksa staf pelatih tuan rumah mengambil keputusan tak lazim. Mereka melakukan pergantian berantai ekstrem untuk mengubah ritme laga.
Kiper cadangan Muhammad Ridho diturunkan menggantikan bek Reva Adi Utama. Pada saat bersamaan, kiper utama Kadu ditarik keluar untuk memberi jalan bagi Caxambu.
Meski Borneo FC terus mengurung pertahanan lawan hingga menit-menit akhir, solidnya barisan belakang Persija membuat skor 1-0 tetap bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

