Harga Emas Antam Turun Rp 16.000 ke Rp 2,597 Juta per Gram di Awal Pekan

Harga Emas Antam Turun Rp 16.000 ke Rp 2,597 Juta per Gram di Awal Pekan
Harga emas Antam turun Rp 16.000 menjadi Rp 2.597.000 per gram pada awal pekan.

RIAUREALITA.COM — Harga emas batangan Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) turun Rp 16.000 menjadi Rp 2.597.000 per gram pada awal pekan ini. Penurunan sejalan dengan anjloknya harga emas dunia di pasar spot yang jatuh 1,63% ke US$ 4.215,1 per troy ons. Buyback Antam juga melemah ke Rp 2.422.000 per gram.

Koreksi harga emas Antam mengikuti pergerakan pasar global. Pada pukul 08:12 WIB, harga emas dunia di pasar spot jatuh 1,63% ke US$ 4.215,1 per troy ons.

Daftar Harga Emas Batangan Logam Mulia Antam

Berikut rincian harga emas batangan Logam Mulia produksi Antam yang berlaku pada perdagangan hari ini:

  • Harga jual per gram: Rp 2.597.000
  • Harga buyback per gram: Rp 2.422.000
  • Perubahan harian harga jual: turun Rp 16.000
  • Perubahan harian harga buyback: turun Rp 16.000

Tekanan dari Pasar Global

Penurunan harga emas Antam tidak lepas dari pelemahan harga emas dunia. Pada pagi ini, harga emas di pasar spot berada di US$ 4.215,1 per troy ons, turun 1,63% dari posisi sebelumnya.

Pergerakan harga emas global menjadi acuan utama dalam penetapan harga emas batangan di dalam negeri. Produsen seperti Antam menyesuaikan harga jual dan buyback mengikuti perkembangan pasar internasional.

Apa Artinya bagi Investor Emas

Bagi investor yang memegang emas batangan, penurunan harga buyback berarti nilai likuidasi aset ikut menyusut. Buyback Antam di Rp 2.422.000 per gram mencerminkan harga yang diterima pemegang emas jika menjual kembali ke Antam.

Sebaliknya, harga yang lebih rendah bisa menjadi momentum akumulasi bagi investor yang ingin menambah porsi emas. Selisih antara harga jual dan buyback tetap menjadi pertimbangan utama dalam menghitung potensi keuntungan.

Pergerakan harga emas ke depan akan bergantung pada sentimen global, termasuk arah suku bunga dan nilai tukar dolar AS. Investor umumnya memantau kedua faktor tersebut sebelum mengambil keputusan jual atau beli.


Berita Lainnya

Index
Galeri