Jalan Kaki 11 Menit Sehari Bisa Turunkan Risiko Penyakit Jantung

Jalan Kaki 11 Menit Sehari Bisa Turunkan Risiko Penyakit Jantung
Warga berjalan kaki di kawasan taman kota sebagai bagian dari aktivitas fisik harian.

RIAUREALITA.COM — Kesibukan harian kerap menjadi alasan utama orang melewatkan olahraga. Padahal, riset menunjukkan durasi singkat sekalipun tetap berarti bagi tubuh selama dilakukan konsisten. Jalan kaki menjadi pintu masuk paling realistis bagi siapa saja yang ingin memulai gaya hidup aktif tanpa harus menyisihkan waktu berjam-jam.

Jalan kaki sebentar saja, apa dampaknya bagi kesehatan?

Studi dari University of Cambridge yang dirangkum dalam artikel Liputan6.com menemukan bahwa aktivitas fisik intensitas sedang selama minimal 11 menit setiap hari berhubungan dengan penurunan risiko penyakit jantung dan beberapa jenis kanker. Jalan cepat termasuk dalam kategori aktivitas ini.

Temuan ini menegaskan bahwa target olahraga tidak harus selalu berat atau lama. Tubuh tetap merespons gerakan rutin meski hanya dalam durasi pendek. Yang menjadi kunci adalah konsistensi, bukan sekadar intensitas sekali waktu.

Hot girl walk: berjalan sambil menata pikiran

Konsep ini diperkenalkan Mia Lind pada 2021 dan berkembang menjadi tren global. Berbeda dari sekadar jalan kaki biasa, hot girl walk mengajak pelakunya berjalan di luar ruangan sambil memikirkan tiga hal: rasa syukur, tujuan hidup, dan langkah kongkret untuk mencapainya.

Awalnya Lind menetapkan jarak 6,4 kilometer. Namun ia menegaskan bahwa jarak bukan aturan kaku. Setiap orang bebas menyesuaikan dengan kemampuan fisiknya. Fokus utamanya adalah menyediakan waktu berhenti dari hiruk-pikuk dan memberi perhatian pada diri sendiri.

Bagaimana hot girl walk bisa jadi rutinitas?

Kelebihan utama tren ini adalah fleksibilitasnya. Jalan kaki tidak harus dilakukan sekali jalan dalam waktu lama. Aktivitas ini bisa dipecah menjadi beberapa sesi pendek di sela kesibukan agar lebih mudah dijalani.

  • Mulai dari 10–20 menit per hari, lalu tingkatkan bertahap sesuai kemampuan.
  • Pilih rute yang nyaman dan aman, bisa di sekitar kompleks atau taman kota.
  • Gunakan waktu ini untuk refleksi singkat, mengatur napas, atau sekadar menikmati suasana.
  • Jadwalkan di waktu yang sama setiap hari supaya menjadi kebiasaan.

Mindfulness ikut masuk ke tren jalan kaki

Tren serupa bernama tai chi walking juga mulai dilirik. Teknik ini menggabungkan prinsip tai chi dengan gerakan berjalan yang lambat dan terkontrol. Berat badan dipindahkan perlahan dari satu kaki ke kaki lain, postur tetap tegak, dan pernapasan diatur teratur.

Pendekatan ini berbeda dari jalan kaki yang mengejar kecepatan atau jarak. Tai chi walking memaksa pelakunya fokus pada setiap gerakan tubuh, keseimbangan, dan ritme napas. Para ahli menyarankan latihan 10 hingga 20 menit per hari. Alih-alih memaksakan durasi panjang yang sulit dipertahankan, beberapa menit yang dilakukan rutin justru lebih realistis dan memberi dampak.

Jalan kaki, apa pun gayanya, menawarkan jeda yang dibutuhkan tubuh dan pikiran dari rutinitas. Selama dilakukan konsisten tanpa memaksakan target berlebihan, manfaat kesehatannya akan terasa dalam jangka panjang.


Berita Lainnya

Index
Galeri