RIAUREALITA.COM — Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu mengangkat perangkat Starlink Mini saat berpidato 40 menit di Majelis Umum PBB, menyinggung larangan internet satelit yang diberlakukan pemerintah Iran. Aksi ini menyorot peran layanan milik SpaceX itu sebagai alat tembus sensor internet di negara yang membatasi akses warganya.
Netanyahu menjadikan Starlink sebagai simbol perlawanan terhadap pembatasan internet. Ia menuding pemerintah Iran menutup akses internet warganya pada awal tahun ini untuk membungkam perbedaan pendapat.
Starlink dan Tudingan Sensor Internet Iran
Dalam pidatonya, Netanyahu menyebut rezim Iran sangat takut ketika rakyatnya memiliki akses internet. Ia menuduh pemerintah Iran menghabiskan miliaran dolar untuk menyensor internet, dengan pemblokiran yang berlangsung sekitar lima bulan.
Netanyahu mengklaim Starlink telah membantu rakyat Iran mengakses kebenaran, menggunakan hak pilih, serta mempraktikkan kebebasan berpikir dan berbicara.
"Saya akan meninggalkan (perangkat portabel Starlink Mini) ini bersama Anda sehingga Anda dapat memberikannya kepada delegasi Iran. Sehingga ketika mereka akhirnya membelot, mereka juga akan dapat dengan bebas menceritakan kisah mereka di media sosial," kata Netanyahu, dikutip PCMag, Kamis (24/9).
"Rezim Iran sangat takut ketika rakyat mereka memiliki akses Internet," tambahnya.
Mengapa Iran Melarang Starlink
Pemerintah Iran melarang layanan internet satelit milik SpaceX karena dinilai mampu menembus penyensoran internet yang mereka lakukan. Meski dilarang, puluhan ribu antena Starlink telah diselundupkan ke negara tersebut, terlepas dari otoritas Iran yang berupaya menyitanya.
SpaceX mulai menyediakan akses internet satelit gratis di Iran bagi pengguna peralatan Starlink pada Januari 2026. Langkah itu diambil di tengah tindakan militer pemerintah terhadap pengunjuk rasa, sebelum Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran secara besar-besaran.
Respons Delegasi dan Walk-out
Bagian pidato Netanyahu yang membahas Starlink menerima sejumlah tepuk tangan. Namun banyak delegasi, termasuk dari Iran, memilih keluar ruangan sebelum ia mulai berbicara.
Netanyahu menyebut para delegasi yang walk-out sebagai pengecut moral karena bersikeras meninggalkan aula PBB. Ia juga membantah bahwa negaranya melakukan genosida terhadap warga Palestina di Jalur Gaza, dan menyebut tuduhan itu sebagai kebohongan terbesar abad ini.
Laporan PBB pada Juni lalu menyatakan otoritas Israel dan pasukan keamanannya terus melakukan kejahatan genosida, kemanusiaan, dan perang di Jalur Gaza serta kejahatan perang di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, yang dalam banyak kasus menargetkan anak-anak Palestina. Laporan itu juga mengungkap genosida tersebut telah menewaskan puluhan ribu orang dan menyebabkan kerugian yang tidak dapat dipulihkan di Palestina.
Di panggung diplomasi, Starlink Mini berubah dari perangkat konsumen menjadi alat pesan politik. Bagi pasar Indonesia, momen ini menegaskan posisi internet satelit sebagai opsi konektivitas yang sulit dibatasi secara teritorial.

