BYD M6 dan Atto 1 Mengawali Perakitan Lokal di Indonesia, Seal dan Model Lain Masih Impor

BYD M6 dan Atto 1 Mengawali Perakitan Lokal di Indonesia, Seal dan Model Lain Masih Impor
Suasana area pameran kendaraan listrik di Jakarta, menampilkan unit BYD M6 dan Atto 1 yang akan menj

RIAUREALITA.COM — Setelah dua tahun hanya mengimpor kendaraan dari China, BYD kini bersiap meresmikan pabrik perakitannya di Indonesia. Dua model yang paling banyak dicari konsumen, M6 dan Atto 1, menjadi prioritas pertama untuk diproduksi lokal. Keputusan ini tak lepas dari posisi keduanya yang konsisten menempati urutan teratas pasar mobil listrik berbasis baterai (BEV) di Indonesia.

Sejak merek ini masuk, M6 dan Atto 1 menjadi tulang punggung penjualan. Model lain seperti Seal, Sealion 7, Dolphin, dan Denza D9 tetap dihadirkan untuk meramaikan pasar, tapi statusnya masih impor utuh.

Menghabiskan Stok Impor Sebelum Produksi Lokal Dimulai

Produksi lokal disebut baru akan dimulai sekitar Mei hingga Juni. Sebelum itu, BYD masih menguras stok CBU yang sudah berada di dalam negeri. Pola ini berlaku untuk M6 dan Atto 1 — unit yang terjual belakangan ini masih berasal dari stok impor.

Penjualan Atto 1 yang sempat naik beberapa waktu terakhir memang ditopang sisa unit CBU. Setelah stoknya menipis, barulah rakitan lokal mengisi pasokan ke dealer.

Untuk M6, performa penjualan dinilai cukup memuaskan meski angkanya belakangan mentok di ratusan unit per bulan. Versi plug-in hybrid (PHEV) yang baru dirilis bahkan langsung memimpin pasar hanya dalam dua bulan.

Mengapa Baru Dua Model yang Dirakit di Dalam Negeri?

Sealion 7 sebenarnya mencatat penjualan yang lumayan di segmen SUV jika dibandingkan Atto 3. Namun BYD masih menimbang matang sebelum merakit model tersebut di Indonesia. Pertimbangan serupa berlaku untuk Seal yang segmen sedannya tak selebat SUV atau MPV di pasar lokal.

Denza D9 masih diimpor utuh, sejalan dengan kebiasaan segmen mobil mewah yang umumnya didatangkan langsung dari luar negeri. Toyota Alphard pun diperlakukan serupa. Pengecualian terjadi pada XPeng X9 yang sudah dirakit lokal sejak tahun lalu dan menjadi yang pertama di kelasnya.

Aturan Komponen Lokal Makin Ketat Tahun Depan

Dimulainya perakitan lokal sebenarnya mundur dari target awal yang disebutkan pada kuartal pertama 2026. Persiapan produksi dan pencarian komponen lokal disebut memakan waktu lebih lama.

Regulasi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) untuk kendaraan ramah lingkungan semakin diperketat mulai tahun depan. BYD harus mengikuti aturan itu bila ingin mempertahankan harga jualnya yang kompetitif. Di sisi lain, tingginya komponen lokal bisa menekan ongkos produksi dan membuat harga mobil lebih terjangkau bagi konsumen.

Menariknya, minat pasar terhadap model yang lebih murah dengan fitur lengkap akan menentukan sejauh apa langkah BYD selanjutnya memperluas perakitan lokal ke model lain.


Berita Lainnya

Index
Galeri