KAMPAR - Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) kembali menghadirkan aksi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat. Di tengah semangat pengabdian, mahasiswa KKN yang merupakan gabungan dari dua program studi, yakni Ekonomi Pembangunan dan Perbankan Syariah, sukses melaksanakan salah satu program kerja unggulan mereka di Desa Lereng. Bertempat di kantor desa, kegiatan ini berfokus secara khusus pada pendampingan, penataan, dan evaluasi pembukuan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Pelaksanaan program ini dimotori secara langsung oleh dua mahasiswi aktif, yaitu Ella dan Inaya. Dengan keahlian di bidang ekonomi dan perbankan, keduanya turun tangan membantu para pengurus BUMDes untuk mengurai kerumitan pencatatan keuangan pada unit usaha penggemukan kambing serta unit pengelolaan sampah. Pendampingan ini dirancang komprehensif, mencakup penyusunan laporan periodik per enam bulan, perhitungan laba rugi secara akurat, hingga pencatatan penyusutan aset agar performa finansial BUMDes menjadi jauh lebih transparan, akuntabel, dan profesional.
Kehadiran para mahasiswa ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh pemerintah setempat. Kegiatan ini turut dihadiri dan dipantau langsung oleh Kepala Desa Lereng, Bapak Mhd. Toha, bersama dengan bendahara desa. Keterlibatan aktif perangkat desa menunjukkan komitmen yang kuat dalam membenahi administrasi keuangan yang sebelumnya sempat mengalami kendala dan hambatan akibat kebingungan dalam pos-pos pencatatan tertentu.
Melalui pendekatan kolaboratif ini, Ella dan Inaya berhasil mengidentifikasi titik kendala serta kesalahan pencatatan yang selama ini dikeluhkan oleh pengurus BUMDes. Setelah melalui proses perapian, koreksi, dan perhitungan ulang bersama, kini pengurus desa memiliki format pembukuan yang jauh lebih terstruktur, jelas, dan mudah dipahami.
Sebagai tindak lanjut jangka panjang, mahasiswa KKN gabungan program studi Ekonomi Pembangunan dan Perbankan Syariah UMRI telah merancang dan menyerahkan pembukuan praktis yang siap digunakan. Ke depannya, pihak pengurus BUMDes Desa Lereng hanya perlu melanjutkan pencatatan harian maupun berkala sesuai dengan sistem rapi yang telah diajarkan. Program ini diharapkan mampu menjadi fondasi yang kuat bagi kemandirian dan kemajuan ekonomi desa secara berkelanjutan.***