RIAUREALITA.COM — Manajer Fantasy Premier League perlu waspada terhadap risiko skorsing otomatis yang mengintai tiga pemain kunci. Dominic Calvert-Lewin, Vitaly Janelt, dan Adam Smith kini hanya berjarak dua kartu kuning dari sanksi larangan tampil satu laga.
Aturan Liga Primer Inggris menetapkan bahwa pemain yang mengumpulkan lima kartu kuning dalam 19 pertandingan awal timnya akan menerima suspensi otomatis selama satu laga. Bagi pengelola tim fantasi yang merencanakan transfer beberapa pekan ke depan, memilih pemain dengan akumulasi pelanggaran tinggi saat ini merupakan strategi berisiko.
Dominic Calvert-Lewin: Performa Menjanjikan Terselubung Bahaya Kartu
Penyerang Leeds United, Dominic Calvert-Lewin, menjadi nama pertama yang masuk daftar peringatan. Sejak bergabung secara gratis pada musim panas lalu, ia menunjukkan performa impresif di Elland Road, termasuk kontribusi gol dalam kemenangan 4-1 Leeds atas Newcastle United.
Namun, gaya bermain agresif sebagai penyerang tengah membuatnya sudah mengantongi tiga kartu kuning dalam empat penampilan liga pertamanya. Dengan jarak hanya dua kartu lagi menuju skorsing, merekrut striker yang sedang "panas" ini bisa menjadi bumerang jika ia kembali terkena peringatan dalam waktu dekat.
Vitaly Janelt dan Adam Smith: Opsi Murah dengan Risiko Tinggi
Gelandang Brentford, Vitaly Janelt, juga telah menerima tiga kartu kuning musim ini. Sering dianggap sebagai aset lini tengah murah untuk mengisi bangku cadangan atau rotasi, gaya bermain konfrontatif Janelt di tengah lapangan membuatnya sering tercatat oleh wasit.
Rekan setimnya di pertahanan, Adam Smith dari AFC Bournemouth, melengkapi trio pemain berbahaya ini. Bek tersebut juga cepat mengumpulkan kartu akibat duel fisik yang intens. Dalam fantasi sepak bola, bek biasanya dipilih untuk konsistensi menit bermain dan potensi clean sheet.
Menggunakan slot transfer untuk pemain yang hampir pasti diskors membatasi fleksibilitas skuad secara signifikan. Jika salah satu dari mereka absen karena sanksi, manajer harus melakukan perubahan mendadak yang mungkin memakan biaya transfer tambahan.
Strategi Menghindari Jebakan Disipliner
Pemantauan ketat terhadap catatan disiplin pemain menjadi krusial bagi manajer FPL yang ingin menjaga stabilitas tim. Investasi pada pemain yang mendekati batas skorsing berisiko membuang nilai transfer berharga di kemudian hari.
Hingga saat ini, Calvert-Lewin, Janelt, dan Smith adalah tiga nama yang sebaiknya dihindari sementara waktu. Fokus pada pemain dengan riwayat disiplin bersih atau mereka yang masih jauh dari ambang batas lima kartu kuning lebih disarankan untuk memastikan kontinuitas poin di setiap gameweek.

