Inggris Batal Pungut Tiket Turis Asing di Museum Nasional

Inggris Batal Pungut Tiket Turis Asing di Museum Nasional
Pemerintah Inggris membatalkan rencana tiket khusus wisatawan asing untuk museum nasional.

RIAUREALITA.COM — Pemerintah Inggris memastikan wisatawan mancanegara tetap bisa masuk gratis ke museum-museum nasional, termasuk British Museum dan National Gallery di London, setelah rencana tiket khusus wisman dibatalkan. Kebijakan akses gratis untuk koleksi permanen ini sudah berjalan sejak 2001 dan menjadi daya tarik utama bagi jutaan pelancong yang datang ke Inggris setiap tahun.

Kementerian Kebudayaan Inggris membatalkan rencana pemungutan biaya masuk bagi wisatawan asing ke museum nasional. Keputusan itu diambil setelah konsultasi berlangsung beberapa bulan, menyusul gagasan yang pertama kali diumumkan pemerintah pada Maret lalu untuk menambah pemasukan sektor museum.

Department for Digital, Culture, Media and Sport (DCMS) menilai biaya masuk berpotensi membuat sebagian wisatawan domestik enggan berkunjung. Dampak dan manfaatnya dinilai tidak akan dirasakan merata di seluruh sektor.

Museum Nasional Tetap Gratis untuk Koleksi Permanen

Akses gratis berlaku untuk koleksi permanen di sejumlah museum nasional, termasuk British Museum dan National Gallery di London. Kebijakan tersebut sudah berjalan sejak 2001 dan selama ini menjadi daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung ke Inggris.

Meski koleksi permanen tetap gratis, pengunjung masih dikenai biaya untuk sejumlah pameran temporer. Skema ini tidak berubah meski rencana tiket khusus wisman dibatalkan.

Kontribusi Museum ke Ekonomi Capai Rp 23,77 Triliun

Pemerintah Inggris mencatat museum nasional memberikan kontribusi lebih dari 1 miliar pound sterling (Rp 23,77 triliun) terhadap perekonomian setiap tahun. Angka itu menunjukkan besarnya peran sektor museum dalam menarik kunjungan wisatawan.

Data pemerintah periode 2023-2024 menunjukkan wisatawan mancanegara menyumbang sekitar 43% dari seluruh pengunjung museum nasional. Tahun lalu, Natural History Museum di London mencatat 7,1 juta pengunjung, sementara British Museum menerima sekitar 6,4 juta pengunjung pada periode yang sama.

Pameran Bayeux Tapestry Jadi Magnet Baru

British Museum saat ini menjadi salah satu museum yang ramai dikunjungi karena tengah menggelar pameran Bayeux Tapestry. Karya bersejarah tersebut dipinjamkan dari Prancis dan untuk pertama kalinya dipamerkan di Inggris.

Pameran ini menjadi alasan tambahan bagi wisatawan untuk datang ke London, di luar koleksi permanen yang selama ini jadi andalan. Bagi yang berencana berkunjung, cek jadwal pameran temporer karena tiketnya terpisah dari akses gratis koleksi permanen.

Respons Wali Kota London

Wali Kota London, Sadiq Khan, menyambut baik keputusan pemerintah. Menurutnya, komitmen menjaga museum tetap gratis bagi semua orang adalah kabar baik bagi warga dan wisatawan.

"Ini adalah kabar baik bahwa pemerintah telah berkomitmen untuk terus menjaga museum tetap gratis bagi semua orang," ungkap Sadiq Khan.

Tips Berkunjung ke Museum Nasional Inggris

Karena akses koleksi permanen gratis, wisatawan hanya perlu memesan slot kunjungan lewat situs resmi masing-masing museum, terutama pada akhir pekan dan musim liburan. Untuk pameran temporer seperti Bayeux Tapestry, tiket berbayar sebaiknya dibeli lebih awal karena kuota terbatas.

Waktu terbaik datang adalah pagi hari begitu museum buka, saat antrean masih pendek. Bawa kartu transportasi London agar mudah berpindah antara British Museum dan National Gallery yang jaraknya tidak jauh.

Durasi ideal untuk menjelajahi satu museum nasional besar adalah dua hingga tiga jam. Jika ingin menyambangi dua museum sekaligus, alokasikan satu hari penuh agar tidak terburu-buru.


Berita Lainnya

Index
Galeri