RIAUREALITA.COM — Korea Selatan U-23 menutup final Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan medali emas setelah mengalahkan Jepang 1-0 di Stadion Toyota, Aichi, Sabtu (4/10/2026). Gol tunggal Eom Ji-sung di menit ke-60 memastikan dominasi empat edisi beruntun sekaligus memperkokoh posisi Korsel sebagai peraih emas terbanyak sepanjang sejarah Asian Games.
Kemenangan atas tuan rumah itu menjadi final ketiga beruntun yang dimenangkan Korsel atas Jepang. Sepanjang 90 menit, pasukan Lee Min-sung tampil pragmatis: menunggu, bertahan rapat, lalu menghukum Jepang lewat satu momen serangan balik.
Gol Eom Ji-sung Lahir dari Kesalahan Antisipasi Kiper Jepang
Laga berjalan satu jam ketika umpan silang ke kotak penalti Jepang gagal diantisipasi dengan sempurna oleh kiper Rui Araki. Bola jatuh ke kaki Eom, yang tanpa ragu melepaskan tembakan keras untuk membobol gawang tuan rumah.
“Kami harus banyak bertahan malam ini, tetapi kami selalu tahu akan ada satu peluang bagi kami, dan berkat waktu serta umpan yang tepat, sayalah yang mendapatkannya,” kata Eom, pemain berusia 24 tahun yang memperkuat Swansea City.
Selepas unggul, Korsel semakin nyaman menarik garis pertahanan. Jepang terus menekan, tetapi penyelesaian akhir mereka selalu menemui jalan buntu.
Statistik: Jepang Mendominasi, Korsel Lebih Efisien
- Tembakan Jepang dua kali lipat lebih banyak dari Korsel
- Korsel hanya melepas lima tembakan sepanjang 90 menit
- Satu tembakan tepat sasaran Korsel berbuah gol kemenangan
- Peluang terakhir Jepang lewat Ishii Hisatgusu membentur tiang gawang
Kiper Jepang gagal mengantisipasi umpan silang di menit krusial, sementara Korsel membuktikan bahwa penguasaan bola bukan segalanya di partai puncak.
Dua Pendekatan Berbeda Jelang Final
Korsel datang dengan misi serius. Mereka memanggil pemain dari klub-klub Eropa seperti Yang Min-hyeok (Tottenham Hotspur) dan Kim Ji-soo (Brentford), plus memanfaatkan jatah tiga pemain di atas usia 23 tahun — salah satunya Eom.
Jepang justru memilih jalur berbeda. Pelatih Go Oiwa menurunkan skuad U-21 tanpa pemain senior, fokus menyiapkan tim untuk Olimpiade Los Angeles 2028.
“Kami kalah pada akhirnya dan itu sangat membuat frustasi. Tetapi, kami menunjukkan gaya kami dengan baik. Para pemain muda kami berkembang di setiap laga,” ujar Go, dikutip Kyodo News.
Emas yang Mengobati Luka Piala Dunia 2026
Gelar ini terasa lebih berarti bagi Korsel. Pada pertengahan tahun, mereka tersingkir dari fase grup Piala Dunia 2026, lalu pelatih Hong Myung-bo mengundurkan diri di tengah kontroversi proses penunjukannya. Asosiasi Sepak Bola Korea (KFA) menjadi sasaran kemarahan publik.
Emas Asian Games keempat beruntun ini setidaknya meredam kekecewaan tersebut. Korsel kini mengoleksi tujuh medali emas Asian Games, terbanyak di antara negara mana pun.
China Raih Perunggu Lewat Adu Penalti
Di perebutan tempat ketiga, China mengalahkan Uzbekistan melalui adu penalti 4-3 setelah laga berakhir imbang 2-2. Hasil itu menjadi pencapaian terbaik China di Asian Games sejak edisi Bangkok 1998.

