DURI — Tiga tahun perjalanan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Payuang Panji Suku Koto Sadunia (PPSKS) Kabupaten Bengkalis bukan sekadar catatan usia sebuah organisasi. Di balik perayaan Milad ke-3 yang digelar di Duri, Sabtu (26/9/2026), terselip pesan tentang pentingnya menjaga persaudaraan, merawat keberagaman dan memperkuat kontribusi masyarakat dalam membangun Negeri Junjungan.
Pesan itu disampaikan Bupati Bengkalis Hj. Kasmarni saat menghadiri peringatan milad tersebut. Di hadapan keluarga besar PPSKS, ia mengajak masyarakat Minang untuk terus menjadi bagian dari kekuatan sosial yang ikut menjaga kerukunan dan mendukung pembangunan Kabupaten Bengkalis.
Bagi Kasmarni, bertambahnya usia organisasi semestinya tidak berhenti pada seremoni. Milad harus menjadi momentum untuk melihat kembali sejauh mana organisasi mampu memberikan manfaat dan memperluas pengabdian kepada masyarakat.
“Milad ini jangan hanya menjadi perayaan bertambahnya usia organisasi, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, memperluas pengabdian dan meningkatkan manfaat bagi masyarakat,” ujar Kasmarni.
Ia menyebut keberagaman suku, budaya, agama dan latar belakang masyarakat Bengkalis merupakan kekuatan yang tidak ternilai. Perbedaan tersebut, kata dia, harus dijaga melalui silaturahmi, komunikasi dan semangat kebersamaan agar tidak menjadi sekat di tengah masyarakat.
Kasmarni kemudian mengutip filosofi Minang, “saciok bak ayam, sadanciang bak basi”. Ungkapan tersebut, menurutnya, memiliki makna kuat tentang pentingnya kesatuan sikap dan kekompakan dalam menjalani kehidupan bermasyarakat.
“Saciok bak ayam, sadanciang bak basi. Mari kita jadikan filosofi ini bukan hanya semboyan, tetapi menjadi kekuatan dalam menjaga kekompakan, persaudaraan dan kebersamaan,” tuturnya.
Kedekatan Kasmarni dengan masyarakat Minang di Bengkalis juga menjadi bagian dari pesannya. Ia mengungkapkan bahwa dirinya pernah dianugerahi gelar Bundo Kanduang oleh masyarakat Minang di Negeri Junjungan. Baginya, penghargaan tersebut sekaligus menggambarkan eratnya hubungan kekeluargaan yang telah terbangun.
Melalui filosofi “dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”, Kasmarni mengajak PPSKS terus merawat hubungan baik dengan seluruh elemen masyarakat. Ia menegaskan pembangunan daerah membutuhkan kolaborasi dan kebersamaan, bukan berjalan sendiri-sendiri.
“Pemerintah Kabupaten Bengkalis berkomitmen membangun daerah dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi. Mari kita rawat persatuan dan bersama-sama bersinergi untuk kemajuan Kabupaten Bengkalis yang Bermasa,” pungkasnya.
Milad ke-3 PPSKS tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Provinsi Riau Khairul Umam, Ketua DPRD Bengkalis Septian Nugraha, Anggota DPRD Bengkalis Syaiful Ardi, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Bengkalis H. Aready, sejumlah kepala perangkat daerah, Camat Bathin Solapan Muhammad Rusydy, Camat Pinggir Zama Riko Dakanahay, Sekcam Mandau Rio Sentosa, Ketua PW PPSKS Provinsi Riau Mamanda Yusko Koto, Ketua DPD PPSKS Kabupaten Bengkalis Syafrizal, ST. Mudo bersama jajaran pengurus serta tokoh adat, pemuda, masyarakat dan wanita Kecamatan Mandau.

