RIAUREALITA.COM — Omoway Indonesia menyatakan gangguan pada unit motor listrik Omo X yang dikeluhkan konsumen bukan berasal dari sistem utama kendaraan, melainkan kabel sensor standar samping yang rusak akibat gigitan tikus. Temuan itu muncul setelah dealer Jakarta Timur memeriksa unit yang dijemput dari kediaman konsumen pada 15 September 2026. Konsumen sudah menerima kembali unit tersebut dalam kondisi baik per 18 September 2026.
Pemeriksaan dealer mengarah ke satu titik: kabel yang terhubung dengan sensor standar samping. Kerusakan pada komponen itu membuat sensor error saat dioperasikan, sehingga motor tidak bisa masuk mode siap pakai.
"Kerusakan pada kabel yang terhubung dengan sensor standar samping akibat faktor eksternal berupa gigitan tikus," kata Dira Hernesriani, Tim PR Omoway Indonesia, Senin (21/9).
Dira menegaskan masalah ini tidak berkaitan dengan sistem utama kendaraan. Pihaknya menyebut penanganan dilakukan sesuai standar warranty process yang disepakati dealer dan konsumen.
Unit Dijemput 15 September, Kembali ke Konsumen Tiga Hari Kemudian
Konsumen dihubungi lewat dealer pada 15 September 2026. Unit dijemput dari kediamannya untuk dibawa ke dealer Jakarta Timur guna pemeriksaan lebih lanjut.
Setelah sumber masalah ditemukan, dealer melakukan pengecekan menyeluruh sebelum unit dikembalikan. Per 18 September 2026, konsumen sudah menerima dan menggunakan motor tersebut dalam kondisi baik.
"Setelah penanganan selesai, unit telah dikembalikan kepada konsumen dalam kondisi baik sesuai hasil pemeriksaan dan penanganan yang telah disepakati bersama antara dealer dan konsumen yang disesuaikan dengan standar warranty process," ujar Omoway.
Kronologi: Standar Samping Naik, Layar Tak Berubah ke Mode D
Keluhan pertama kali muncul di media sosial lewat akun TikTok CBR Pincang pada Senin (14/9). Pengguna menyebut motornya mendadak tidak bisa dipakai padahal malam sebelumnya kondisi normal.
"Motor semua aman. Gak ada tanda aneh. Paginya waktu mau dipakai baru kelihatan ada yang salah," tulis pengguna tersebut.
Keanehan terlihat pada standar samping. Bagian itu bisa dinaikkan, tetapi layar motor tidak menampilkan perubahan animasi ke mode D sebagai tanda kendaraan siap digunakan.
Deep Sleep dan Restart Tak Menyelesaikan Masalah
Pengguna mencoba beberapa langkah mandiri. Ia mematikan lalu menyalakan ulang motor sesuai arahan customer service Omoway, tetapi hasilnya nihil.
"Matikan lalu nyalakan ulang sesuai arahan CS Omoway, tetap sama," tulisnya.
Saat dimatikan, motor justru menyala sendiri. Pengguna menduga ada kaitan dengan sensor jok yang terbaca aktif. Ia lalu memasukkan motor ke mode deep sleep berharap sistem melakukan reset, namun standar samping tetap tidak bisa turun.
"Masuk mode deep sleep berharap sistemnya reset, juga nggak mampu turun," ujarnya.
Omo X Dibanderol Rp46,9 Juta hingga Rp76,9 Juta
Omo X pertama kali diluncurkan pada Juni 2026. Motor listrik pintar ini dipasarkan mulai Rp46,9 juta untuk versi termurah hingga Rp76,9 juta untuk versi termahal.
Kasus ini menambah daftar panjang tantangan yang dihadapi motor listrik pintar di pasar Indonesia, terutama soal ketahanan komponen sensor terhadap kondisi lingkungan. Gigitan tikus pada kabel kendaraan bukan persoalan baru, tetapi pada motor berbasis sistem pintar, satu kabel yang rusak bisa melumpuhkan seluruh logika operasional kendaraan.

