RIAUREALITA.COM — Timnas Voli Indonesia bersiap tampil untuk kali ke-10 di Asian Games 2026 yang digelar 27 September hingga 3 Oktober mendatang. Bertarung di Pool B melawan Iran, Thailand, dan Kirgistan, skuad asuhan Riedel Toiran ini membawa misi besar: medali emas yang belum pernah diraih sepanjang sejarah keikutsertaan.
Gimnasium Okazaki Central Park menjadi lokasi pertarungan Pool B, tempat Indonesia harus melewati ujian berat menghadapi Iran yang dikenal sebagai raksasa voli Asia, Thailand, dan Kirgistan. Ini menjadi penampilan ketiga beruntun Merah Putih di pesta olahraga terbesar Asia, setelah edisi 2018 dan 2022.
Pencapaian Terbaik Terjadi 64 Tahun Lalu
Dari sembilan penampilan sebelumnya, torehan paling membanggakan lahir pada edisi 1962 ketika Indonesia menjadi tuan rumah. Ketika itu, tim nasional lolos dari fase grup sebagai juara Pool A setelah mengalahkan Korea Selatan dan Thailand.
Pada babak final yang diikuti enam tim, Indonesia harus menerima kenyataan finis di peringkat keempat dan gagal membawa pulang medali. Jepang keluar sebagai peraih emas, disusul India dengan perak, dan Pakistan yang mengantongi perunggu.
Peringkat 13 di China Jadi Catatan Terburuk
Asian Games 2010 di China meninggalkan luka mendalam bagi voli Indonesia. Tim Merah Putih hanya mampu menempati peringkat ke-13, pencapaian terburuk sepanjang sejarah keikutsertaan.
Sementara pada edisi 2022 di Guangzhou, China, Indonesia mengakhiri kompetisi di posisi kedelapan. Hasil itu menjadi modal sekaligus cambuk menuju edisi kali ini.
Rapor Lengkap Sembilan Penampilan
- 1962: Peringkat 4
- 1966: Peringkat 5
- 1970: Peringkat 6
- 1982: Peringkat 6
- 1986: Peringkat 10
- 1998: Peringkat 6
- 2010: Peringkat 13
- 2018: Peringkat 6
- 2022: Peringkat 8
Modal Juara AVC Cup 2026
PBVSI memasang target tinggi untuk Riedel Toiran dan anak-anak asuhnya. Federasi berharap Indonesia mencetak sejarah dengan meraih medali emas Asian Games 2026, sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Target itu bukan tanpa dasar. Pada AVC Cup 2026 di India, Juni lalu, Indonesia keluar sebagai juara dan menunjukkan kualitas di level Asia.
Namun setelah itu, Indonesia seperti kehilangan momentum. Dalam dua leg SEA V Cup 2026 pada Juli lalu, tim nasional gagal juara. Pencapaian terbaik hanya medali perak pada leg 1, lalu meraih perunggu pada leg 2.
Ujian Berat Sudah Menanti di Pool B
Iran menjadi lawan paling menakutkan di Pool B. Thailand juga bukan lawan mudah, sementara Kirgistan berpotensi menjadi kejutan. Format pertandingan menuntut Indonesia tampil konsisten sejak laga pertama.
Rapor sembilan penampilan sebelumnya menunjukkan Indonesia lebih sering finis di papan tengah. Edisi kali ini menjadi kesempatan membuktikan bahwa juara AVC Cup 2026 bukan sekadar kebetulan.

