RIAUREALITA.COM — Berdiri di kawasan Jalan Kebon Jati, warung ini jadi langganan warga lokal maupun wisatawan untuk sarapan pagi. Porsinya royal: suwiran ayam menutupi seluruh permukaan mangkuk, ditambah ati ampela, telur pindang, cakwe renyah, seledri, dan kacang kedelai goreng.
Tekstur buburnya lembut, kaldunya gurih meresap. Cocok jadi bekal bertenaga sebelum lanjut jalan-jalan seharian.
2. Kupat Tuntung Lontong Kari Kebon Karet
Buat pencinta hidangan berkuah santan, tempat ini sudah berdiri sejak 1960-an dan konsisten menyajikan lontong kari sapi dengan kuah kuning kental yang harum. Ketupat empuk disiram kuah sarat rempah, lalu ditambah daging sapi, jeroan, telur rebus, bawang goreng, dan emping melinjo.
Sambal rawit hijaunya bikin rasanya makin nendang. Perpaduan gurih, manis, dan pedas langsung terasa di suapan pertama.
3. Keberagaman Menu Sarapan hingga Makan Siang
Kuliner legendaris Bandung tidak cuma soal satu jenis hidangan. Mulai dari menu sarapan hangat yang mengenyangkan, jajanan pasar manis legit, sampai hidangan berkuah segar kaya rempah, semuanya tersedia dengan sentuhan khas Sunda.
Artinya, siapa pun bisa menemukan sajian sesuai selera—baik anak muda maupun orang tua.
4. Bertahan di Tengah Gempuran Kafe Kekinian
Kafe modern bergaya estetik memang menjamur dan ramai di media sosial. Tapi warung makan sederhana hingga rumah makan tradisional yang sudah puluhan tahun berdiri tetap punya tempat di hati pencinta kuliner.
Kuncinya ada di rasa otentik, konsistensi bumbu rahasia, dan kenangan emosional yang tidak lekang waktu.
5. Pengalaman Kultural di Setiap Suapan
Menikmati kuliner legendaris Bandung bukan sekadar urusan perut. Setiap suapan menghidupkan kembali memori masa kecil dan sejarah lokal yang kaya.
Keramahan warga Sunda jadi bumbu tambahan yang bikin pengalaman makan terasa lebih hangat.
Lima rekomendasi ini bisa jadi panduan awal menjelajah gastronomi Kota Kembang. Sisanya, tinggal pilih mana yang paling menggoda lidahmu akhir pekan ini.

