RIAUREALITA.COM — Empat anggota kelompok kriminal bersenjata tewas dalam operasi penindakan aparat gabungan di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Penegakan hukum ini dilancarkan usai aparat mendeteksi rencana konsolidasi kekuatan Batalyon Eden Sawi pada Selasa (1/9/2026). Enam orang lainnya turut diringkus dari area persembunyian untuk pemeriksaan intensif.
Aparat bergerak menuju lokasi persinggahan sekitar pukul 16.35 WIT berbekal hasil penyelidikan intelijen. Rumah singgah tersebut terindikasi kuat menjadi titik kumpul pasukan pimpinan Wakil Komandan Batalyon Habis Nare sebelum menggelar aksi bersenjata lanjutan.
Baku Tembak Pecah di Rumah Persinggahan
Kedatangan aparat gabungan langsung disambut rentetan letusan peluru dari arah kelompok bersenjata. Petugas sempat melepaskan tembakan peringatan ke udara demi meredakan situasi, namun peringatan prosedural tersebut diabaikan para pelaku.
Sebagian anggota kelompok kemudian memecah diri dan berupaya melarikan diri ke rimbunnya hutan sekitar. Sembari mundur, mereka terus mengarahkan tembakan balasan ke barisan petugas di lapangan.
Merespons ancaman mematikan itu, tim gabungan mengambil tindakan tegas dan terukur. Baku tembak pun tak terhindarkan hingga melumpuhkan empat orang dari kubu kelompok bersenjata di lokasi penindakan.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol. Yusuf Sutejo dalam keterangannya pada Rabu (2/9) menegaskan bahwa tindakan represif tersebut menjadi langkah terakhir petugas di lapangan.
Yusuf menjelaskan bahwa tindakan tersebut dilakukan setelah personel menghadapi gangguan tembakan dan peringatan yang diberikan tidak diindahkan.
Senjata Api Disita dan Enam Terduga Ditahan
Keempat jenazah anggota KKB yang tewas langsung dievakuasi menuju RSUD Dekai tak lama setelah situasi terkendali. Tim medis dan kepolisian setempat masih menjalankan proses identifikasi guna memastikan identitas rinci para korban.
Penyisiran di area persembunyian turut mengamankan sejumlah barang bukti penting. Petugas menyita satu pucuk senjata api rakitan laras panjang, 11 butir amunisi berkaliber 5,56 milimeter, serta tiga unit telepon genggam milik kelompok tersebut.
Di sekitar tempat kejadian perkara, aparat juga mengamankan enam orang pria yang diduga kuat memiliki keterkaitan dengan Batalyon Eden Sawi. Mereka berinisial BK, PM, DH, NJK, PA, dan AS.
Keenam orang itu kini ditahan di Markas Polres Yahukimo guna menjalani pemeriksaan mendalam. Penyidik menelusuri peran, aktivitas, struktur komando, hingga rekam jejak keterlibatan mereka dalam rentetan tindak pidana kekerasan bersenjata di wilayah Yahukimo.

