RIAUREALITA.COM — Kenaikan biaya komponen akibat lonjakan kebutuhan pusat data kecerdasan buatan (AI) mengubah peta persaingan konsol genggam. Fenomena krisis pasokan memori yang dikenal sebagai RAMageddon memaksa harga jual perangkat naik drastis, berlawanan dengan tren historis konsol yang umumnya makin terjangkau seiring waktu.
Valve kini hanya mempertahankan Steam Deck OLED sebagai lini utama setelah merilisnya pada 2023. Pembaruan tersebut memusatkan fokus pada kualitas panel layar dan daya tahan baterai, tanpa peningkatan performa pemrosesan grafis sejak versi perdana meluncur Februari 2022. Kemunculan mesin pengolah grafis Unreal Engine 5 membuat tuntutan visual game PC modern kian membebani jeroan perangkat ini.
Uji Performa dan Skor 3DMark Time Spy Lawan Pesaing
Dua penantang terkuat Valve datang dari lini Asus ROG Xbox Ally (termasuk Ally X) dan keluarga Lenovo Legion Go. Keduanya mencatatkan skor pengujian sintetis 3DMark Time Spy—tolok ukur umum untuk performa GPU dan CPU—yang melampaui Steam Deck secara konsisten.
Pengecualian skor hanya tampak pada varian Lenovo Legion Go S dan model yang mengusung cip AMD Z2 bertenaga lebih rendah. Pengujian di lapangan menunjukkan selisih frame rate antara Steam Deck dan rival-rivalnya sering kali tipis, bahkan hanya terpaut beberapa bingkai per detik tergantung optimasi game yang dimainkan.
Perbandingan Ekosistem OS dan Fleksibilitas Kontroler
Asus menghadirkan Xbox Ally dan Ally X bagi pengguna yang terikat pada katalog Xbox, meski belum seluruh judul mendukung fitur lintas platform Xbox Play Anywhere. Kelemahan sistem operasi Windows yang kerap dikritik pada perangkat genggam menjadi catatan tersendiri bagi lini Ally.
Lenovo mengambil langkah berbeda dengan menyematkan SteamOS pada model Legion Go tertentu untuk mengatasi kendala antarmuka Windows tersebut. Varian utama Legion Go di luar seri S juga memiliki pengontrol yang bisa dilepas layaknya Joy-Con, memberi keunggulan praktis saat perangkat dihubungkan ke monitor eksternal.
Pilihan alternatif lain hadir lewat Nintendo Switch 2 yang dibanderol 500 dolar AS (sekitar Rp8,25 juta) per September 2026 setelah naik dari 450 dolar AS (sekitar Rp7,42 juta). Perangkat Nintendo ini memegang dua kartu as: dukungan teknologi resolusi berbasis AI Nvidia DLSS dan sertifikasi HDR yang sejauh ini hanya disaingi oleh panel Steam Deck OLED.
"Prices are ludicrous," kata Jessica Conditt, peninjau Steam Deck OLED.
"I feel like Switch 2 is the only handheld that makes sense for its price at the moment, honestly," lanjut Conditt.
Kelemahan Kompatibilitas Game dan Batasan SteamOS
Katalog game menjadi filter terpenting sebelum membeli konsol ini. Sistem operasi SteamOS tidak mendukung game multipemain populer seperti Fortnite atau Call of Duty: Warzone karena terbentur integrasi perangkat lunak anti-cheat tingkat kernel.
Sistem ini hanya ideal bagi pemain yang berfokus menamatkan game rilisan Steam tanpa tuntutan grafis rata kanan.
"If you only want to play Steam games and you're not too worried about bleeding-edge graphics, Steam Deck is still a great little machine, even with the price increase," ujar Conditt.
Efisiensi Baterai dan Bobot Bodi untuk Sesi Main Panjang
Asus Xbox Ally dan jajaran Lenovo Legion Go (seri S dan generasi kedua) membawa kapasitas baterai di atas kertas yang lebih besar ketimbang Steam Deck OLED. Skenario penggunaan riil justru menunjukkan hasil terbalik.
Konsol pesaing Valve menguras daya sangat cepat begitu dipaksa bekerja di luar mode daya rendah. Steam Deck OLED mengungguli efisiensi konsumsi daya secara konsisten saat dipacu menjalankan game berat.
Faktor ergonomi turut menguntungkan Valve. Di luar Nintendo Switch 2, Steam Deck menjadi konsol paling ringan di antara para kompetitor PC, menjaga kenyamanan tangan saat bermain berjam-jam.
Posisi Harga dan Rekomendasi Pembelian
Nintendo Switch 2 menempati urutan terbawah dari segi harga, menjadikannya opsi paling ekonomis jika Anda menerima ekosistem tertutup Nintendo. Xbox Ally versi reguler menjadi opsi termurah berikutnya untuk akses pustaka PC, dengan konsekuensi navigasi Windows yang kurang luwes di layar sentuh kecil.
Steam Deck OLED sendiri diposisikan lebih terjangkau dibanding Xbox Ally X serta lini Lenovo Legion Go generasi berjalan dari kanal resmi. Legion Go praktis tersingkir dari pertimbangan jika anggaran menjadi faktor penentu utama, kecuali pembeli menemukan unit diskon di bawah harga ritel pasar.
Steam Deck OLED tetap merupakan investasi logis bagi pemilik ribuan game di akun Steam yang mengincar kenyamanan pegangan dan ketahanan baterai tanpa repot mengotak-atik sistem.

