Warga Mataram Pilih Nongkrong di Kafe, Kunjungan Wisata Menurun

Warga Mataram Pilih Nongkrong di Kafe, Kunjungan Wisata Menurun
Suasana kafe di Kota Mataram dipadati warga, sementara kunjungan ke destinasi wisata menurun.

RIAUREALITA.COM — Fenomena pergeseran kebiasaan warga Mataram ini diakui Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram, Cahya Samudra. Menurutnya, banyaknya tempat nongkrong baru telah menyerap minat warga untuk mengunjungi destinasi wisata yang dikelola pemerintah daerah.

"Tantangannya memang tongkrongan-tongkrongan ini semakin banyak di Kota Mataram. Positifnya banyak spot (kafe) baru, tapi ini membuat pengunjung terserap dan terbagi ke beberapa lokasi," jelas Cahya kepada detikBali.

Dampak Efisiensi Anggaran pada Event Tahunan

Selain persaingan dengan kafe, minimnya kunjungan juga dipicu oleh efisiensi anggaran yang berdampak pada penyelenggaraan event. Sejumlah agenda tahunan yang selama ini menjadi daya tarik wisatawan, seperti Festival Reggae, Sunrise to Sunset, dan Festival Duren, dipastikan absen tahun ini.

"Tahun ini hanya ada peresean saja," imbuh Cahya, merujuk pada atraksi budaya khas Lombok yang masih digelar.

Apa yang Masih Bisa Dikunjungi Wisatawan?

Meski event besar ditiadakan, beberapa program tetap berjalan untuk menarik pengunjung. Dispar Mataram berupaya menggenjot retribusi dengan membenahi fasilitas dan kolam hias di Taman Loang Baloq, serta merehabilitasi lapak pedagang di kawasan wisata.

Penguatan event unggulan juga terus dilakukan, seperti atraksi peresean, serta agenda rutin Ampenan Heritage Walk dan Friday Relax yang bisa menjadi alternatif bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana kota.

Realisasi Retribusi Masih Rendah

Menurunnya jumlah pengunjung berdampak langsung pada pendapatan daerah. Dari target retribusi sektor pariwisata sebesar Rp 800 juta, capaian hingga Agustus masih berada di bawah 50 persen.

"Capaian (retribusi) sampai Agustus masih sekitar 30 persen. Kunjungan berkurang dan pedagang belum penuh mengisi lapak. Sementara target dihitung berdasarkan kapasitas total lapak," ungkap Cahya.

Bagi traveler yang tetap ingin berkunjung, kondisi ini justru bisa menjadi momen menikmati destinasi lebih tenang dengan minim antrean. Namun, perlu dicermati bahwa beberapa lapak pedagang mungkin belum beroperasi penuh. Informasi terkini mengenai obyek wisata dan event yang berjalan dapat dikonfirmasi langsung ke Dinas Pariwisata Kota Mataram sebelum berangkat.


Berita Lainnya

Index
Galeri