RIAUREALITA.COM — Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa, mengungkapkan bahwa wasit asing tidak akan memimpin pertandingan di setiap pekan. Langkah ini merupakan konsekuensi logis dari hadirnya sosok Yudai Yamamoto, wasit asal Jepang yang sejak Januari 2026 diperkenalkan sebagai pengadil asing full time di Indonesia.
"Sekarang kita memiliki wasit bagus di jajaran wasit Indonesia, termasuk Yudai Yamamoto," ujar Ogawa kepada media dalam agenda Refereeing Workshop for Media di Kantor I.League, Jakarta, Kamis (3/9/2026).
Strategi Transfer Ilmu dari Level Elite Asia
Berkurangnya porsi wasit asing musim ini punya tujuan jangka panjang. PSSI tidak sekadar memakai jasa mereka untuk memimpin laga krusial, tetapi ingin ada efek samping berupa peningkatan kapasitas wasit lokal.
Ogawa menyebut federasi berencana mendatangkan pengadil yang memiliki jam terbang tinggi di pentas Liga Champions Asia Elite (ACL Elite). Kehadiran mereka diharapkan bisa menjadi sarana pembelajaran langsung bagi pengadil dalam negeri.
"Suatu hari nanti kami juga harus mengundang beberapa wasit yang selalu memimpin ACL Elite. Kami perlu belajar dari mereka. Itulah sebabnya ini adalah poin yang penting," jelas pria asal Jepang itu.
Super League dan Championship: Kick-Off Berbeda
Kebijakan perwasitan ini menjadi catatan tersendiri jelang dimulainya kompetisi. Super League 2026-2027 akan lebih dulu bergulir pada Jumat (4/9/2026), dengan laga pembuka mempertemukan Bali United melawan PSS Sleman di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali.
Sementara itu, kompetisi Championship dijadwalkan menyusul sepekan kemudian. PSIS Semarang akan menjamu PSPS Pekanbaru di Stadion Jatidiri pada 11 September 2026.
Tambahan Delapan Poin Aturan Baru untuk Musim Ini
Selain masalah perangkat pertandingan, PSSI ikut mensosialisasikan

