RIAUREALITA.COM — Irlandia Utara harus bersiap tampil tanpa Conor Bradley untuk waktu yang lama. O'Neill menyatakan bahwa pemain Liverpool itu diperkirakan baru bisa kembali membela timnas pada jeda internasional Maret 2027, menyusul cedera lutut yang dideritanya sejak Januari lalu.
"Saya nyaman dengan itu. Jika kami melihatnya sebelum Natal tahun ini, itu bonus yang luar biasa. Jika tidak, kami menantikan kehadirannya di Maret nanti," ujar O'Neill kepada BBC Sport NI.
Kesabaran Menjadi Kunci dalam Proses Pemulihan Bradley
Cedera yang dialami Bradley ternyata lebih rumit dari perkiraan banyak orang. O'Neill menegaskan bahwa proses pemulihan pemain berusia 21 tahun itu tidak bisa terburu-buru dan harus dikelola dengan sangat hati-hati.
"Conor berada di posisi yang saya perkirakan. Saya tahu cedera ini akan memakan waktu lebih lama dari yang dipikirkan sebagian orang. Perkembangannya bagus, tapi cedera seperti ini memang harus ditangani secara cermat," tambah O'Neill.
Tanpa Bradley, Irlandia Utara akan menghadapi laga berat di Liga Negara (Nations League) B2 melawan Georgia, Hungaria, dan Ukraina dalam enam pertandingan pada September, Oktober, dan November mendatang.
Pusat Latihan Nasional Bersejarah untuk Kota Kelahiran O'Neill
Di luar hiruk pikuk cedera pemain, ada angin segar bagi masa depan sepak bola Irlandia Utara. Asosiasi Sepak Bola Irlandia (IFA) telah mengumumkan rencana pembangunan pusat latihan nasional "state-of-the-art" di samping Galgorm Resort, dekat Ballymena, pada Februari 2025.
Fasilitas anyar ini akan dilengkapi lapangan berstandar dunia dan perlengkapan latihan mutakhir. IFA menegaskan kembali keinginan mereka untuk melanjutkan proyek tersebut pada bulan lalu, meski ada keberatan dari warga sekitar. Mereka berjanji akan "meminimalkan kekhawatiran bila memungkinkan".
Bagi O'Neill yang tumbuh besar di Ballymena, proyek ini bukan sekadar infrastruktur. Ia melihatnya sebagai investasi jangka panjang yang krusial untuk pembinaan pemain muda Irlandia Utara, dari kelompok umur hingga tim utama dan tim wanita.
"Penting bagi kami memiliki pusat pelatihan nasional yang akrab dengan anak-anak sejak usia dini. Ini adalah fasilitas elit yang menunjukkan keseriusan asosiasi dalam mengembangkan pemain," tutur O'Neill.
"Kami memiliki tim muda saat ini yang dibina melalui akademi JD dan itu sesuatu yang membanggakan. Saya sangat berharap proyek ini berjalan lancar," ujarnya menambahkan. "Ini hanya bisa meninggikan nama baik kota, dan mudah-mudahan pengembangan ini terus berlanjut."

