PLT Bupati Kuansing Buka Peluang Aktifkan Kembali Sponsor Jalur pada Festival Pacu Jalur 2026

PLT Bupati Kuansing Buka Peluang Aktifkan Kembali Sponsor Jalur pada Festival Pacu Jalur 2026

Kuansing- Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), H. Muklisin, memastikan Pemerintah Kabupaten Kuansing akan membuka kembali ruang bagi keterlibatan sponsor jalur pada penyelenggaraan Festival Pacu Jalur (FPJ) 2026.

Kebijakan tersebut diambil sebagai bentuk dukungan terhadap desa-desa pemilik jalur yang selama ini membutuhkan biaya besar untuk persiapan dan operasional mengikuti ajang budaya tahunan tersebut.

Komitmen itu disampaikan H. Muklisin saat memimpin Rapat Umum Festival Pacu Jalur 2026 di Ruang Rapat Multimedia Kantor Bupati Kuansing, Senin (13/7/2026) petang.

"Kalau memang sudah ada Peraturan Bupati yang mengatur hal itu, maka akan kita revisi agar budaya Pacu Jalur tetap dapat berkembang sekaligus mengurangi beban finansial yang selama ini dikeluhkan oleh desa-desa pemilik jalur," tegas Muklisin.

Rapat tersebut dihadiri Plt Ketua TP PKK Kuansing Hj. Nurhidayah Muniroh, Plh. Sekretaris Daerah Kuansing Drs. Muradi, M.Si., Asisten II Setda Kuansing Drs. Napisman, Asisten III Azhar, MM, Kepala Kejaksaan Negeri Kuansing yang diwakili Kasi Intel Sunardi Ependi, S.H., unsur Kodim, Forkopimda, seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD), jajaran terkait, serta panitia Festival Pacu Jalur 2026.

Dalam arahannya, Muklisin menegaskan regulasi yang melarang penyebutan sponsor jalur akan segera dievaluasi dan direvisi setelah pemerintah menerima berbagai masukan dari masyarakat.

"Memang sebelumnya telah diterbitkan Peraturan Bupati yang mengatur agar sponsor jalur tidak lagi disebutkan saat Festival Pacu Jalur. Namun, besok akan kita revisi. Banyak masyarakat yang menyampaikan kepada saya bahwa keberadaan sponsor sangat membantu pembiayaan operasional jalur di desa mereka. Aspirasi itu tentu menjadi perhatian pemerintah," ujarnya.

Menurut Muklisin, keterlibatan dunia usaha melalui skema sponsorship bukan hanya menjadi sarana promosi, tetapi juga merupakan bentuk partisipasi dalam melestarikan budaya daerah sekaligus meringankan beban masyarakat yang selama ini bergotong royong membiayai pembuatan, perawatan, dan persiapan jalur.
Ia menegaskan, Festival Pacu Jalur merupakan identitas budaya Kabupaten Kuantan Singingi yang harus terus dijaga keberlangsungannya.

Karena itu, pemerintah membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak agar penyelenggaraan festival semakin berkualitas tanpa menghilangkan nilai-nilai adat dan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.

Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh.) Sekretaris Daerah Kuansing, Drs. Muradi, M.Si., meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan panitia bekerja maksimal dalam menyukseskan Festival Pacu Jalur 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 19 hingga 23 Agustus 2026.

Menurut Muradi, setiap OPD harus menjalankan tugas sesuai dengan bidang dan tanggung jawab masing-masing agar seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik, aman, tertib, dan lancar.

"Festival Pacu Jalur merupakan agenda budaya sekaligus pariwisata unggulan Kabupaten Kuantan Singingi. Karena itu, seluruh pihak harus bersinergi agar pelaksanaannya sukses dan mampu memberikan kesan positif bagi masyarakat maupun wisatawan yang datang ke Kuansing," pungkasnya.


Berita Lainnya

Index
Galeri