Bandara Soekarno-Hatta Kembali Beroperasi Normal, Penerbangan Pulih Pascaserangan Abu Vulkanik Anak Krakatau

Bandara Soekarno-Hatta Kembali Beroperasi Normal, Penerbangan Pulih Pascaserangan Abu Vulkanik Anak Krakatau
Sejumlah pesawat terparkir di apron Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (8/9), setelah bandara

RIAUREALITA.COM — Tiga bandara utama—Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, dan Husein Sastranegara—resmi dibuka kembali pada Selasa dini hari (8/9) setelah pengujian paper test memastikan abu vulkanik telah aman. Pembukaan ini mengakhiri penutupan sementara yang melumpuhkan lalu lintas penerbangan di Jawa dan Sumatera sejak Minggu (6/9) akibat erupsi menerus Gunung Anak Krakatau.

Sebelumnya, sedikitnya lima bandara sempat lumpuh total akibat terdampak sebaran abu vulkanik. Selain tiga bandara yang baru pulih, Bandara Radin Inten II di Lampung dan Bandara Budiarto Curug juga menjadi korban penutupan pada periode 6-7 September.

Status Siaga Level III Masih Berlaku di Radius 3 Kilometer

Kendati penerbangan telah normal, Badan Geologi menegaskan status Gunung Anak Krakatau belum diturunkan dari Level III (Siaga). Kepala Badan Geologi Lana Saria menyatakan erupsi tipe Strombolian yang terjadi sebanyak enam kali sejak episode erupsi menerus berakhir pada Sabtu (6/9) pukul 00.04 WIB merupakan karakteristik khas gunung tersebut.

"Kembalinya erupsi strombolian sebagai karakteristik erupsi Gunungapi Anak Krakatau, untuk sementara diinterpretasikan sebagai akhir dari episode erupsi menerus," ujar Lana Saria.

Masyarakat, nelayan, dan wisatawan dilarang beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat kawah. Potensi lontaran batu pijar, hujan abu lebat, hingga aliran lava masih mengancam jika erupsi menerus kembali terulang. Warga diimbau menyiapkan masker untuk mengantisipasi hujan abu susulan.

Rekam Jejak Kegempaan: 100 Getaran Hybrid Mendominasi

Data kegempaan periode 7-8 September menunjukkan aktivitas vulkanik yang masih intensif. Badan Geologi mencatat 100 kali gempa hybrid/fase banyak, disusul 76 kali gempa low frequency, dan 9 kali gempa vulkanik dalam. Selain itu, terpantau 8 kali gempa vulkanik dangkal, 4 kali gempa hembusan, dan 2 kali gempa erupsi.

Dominasi gempa hybrid mengindikasikan pergerakan fluida dan tekanan gas di dalam saluran magma yang masih fluktuatif. Kondisi ini yang membuat otoritas geologi belum berani melonggarkan status siaga meski erupsi menerus telah berhenti.

Walhi Desak Evaluasi Mitigasi Bencana dan Ketahanan Infrastruktur

Organisasi lingkungan Walhi menilai episode erupsi kali ini menjadi momentum evaluasi menyeluruh kesiapsiagaan bencana nasional. Sorotan utama mencakup keselamatan publik, dampak kesehatan jangka panjang akibat paparan abu vulkanik, serta ketahanan infrastruktur transportasi menghadapi gangguan serupa di masa depan.

Penutupan lima bandara secara bersamaan membuktikan rantai logistik udara Indonesia masih rentan terhadap bencana geologi. Walhi mendesak adanya audit menyeluruh terhadap prosedur evakuasi dan sistem peringatan dini yang terintegrasi antara PVMBG, otoritas bandara, dan maskapai penerbangan. Untuk informasi lebih lanjut, publik dapat menghubungi PVMBG di (022) 7272606 atau Pos Pengamatan Gunung Api Krakatau di (0254) 651449.


Berita Lainnya

Index
Galeri