Erupsi Krakatau, Penutupan Bandara Soetta dan Halim Diperpanjang hingga 18.00 WIB

Erupsi Krakatau, Penutupan Bandara Soetta dan Halim Diperpanjang hingga 18.00 WIB
Empat bandara di Indonesia memperpanjang penghentian operasional penerbangan hingga pukul 18.00 WIB

RIAUREALITA.COM — Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau kembali memicu gangguan operasional transportasi udara nasional. PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports memutuskan untuk memperpanjang penghentian sementara operasional empat bandara utama hingga petang hari guna menjamin keselamatan penerbangan.

Keputusan perpanjangan ini diambil menyusul evaluasi risiko sebaran abu vulkanik yang masih mengancam keselamatan koridor udara di sekitar Selat Sunda, Banten, Jakarta, hingga Jawa Barat.

Daftar 4 Bandara yang Masih Ditutup Sementara

Dalam pengumuman resmi terbarunya, pengelola bandara memastikan bahwa penutupan operasional penerbangan komersial hingga pukul 18.00 WIB berlaku untuk empat fasilitas bandara strategis:

  • Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Tangerang, Banten)
  • Bandara Halim Perdanakusuma (Jakarta)
  • Bandara Radin Inten II (Lampung)
  • Bandara Husein Sastranegara (Bandung, Jawa Barat)

Manajemen InJourney Airports menegaskan bahwa langkah pembatalan dan penundaan jadwal terbang merupakan prosedur keselamatan standar industri aviasi saat menghadapi sebaran material vulkanik.

"Sehubungan dengan meningkatnya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau, beberapa bandara PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) mengalami penghentian operasional penerbangan," tulis manajemen InJourney Airports dalam pernyataan resminya.

Fokus pada Aspek Keselamatan Penumpang

Abu vulkanik memiliki risiko fatal bagi mesin turbin pesawat, sistem navigasi, serta visibilitas pilot. Kondisi tersebut membuat regulator dan operator memilih langkah konservatif dengan menunda seluruh aktivitas lepas landas maupun pendaratan di bandara terdampak.

"Dalam menghadapi ini, InJourney Airports berkomitmen untuk mengedepankan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan penumpang," lanjut manajemen perseroan.

Bagi calon penumpang yang terdampak pembatalan jadwal terbang, manajemen menyarankan untuk proaktif berkomunikasi dengan penyedia jasa angkutan udara.

"Penumpang diimbau untuk memantau status penerbangan secara berkala ke maskapai terkait dan/atau menghubungi Contact Center InJourney Airports," tulis InJourney.

Perkembangan dari Penutupan 8 Bandara Pagi Hari

Penetapan perpanjangan penutupan empat bandara ini merupakan kelanjutan dari status siaga yang diberlakukan sejak pagi hari. Sebelumnya, otoritas terkait sempat menghentikan kegiatan operasional di total delapan bandara hingga Senin (7/9) pukul 09.00 WIB.

Adapun empat bandara lain yang sempat ditutup pada pagi hari mencakup Bandara Budiarto Curug di Tangerang, Bandara Pondok Cabe di Tangerang Selatan, Bandara Taufik Kiemas di Pesisir Barat Lampung, serta Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam, Sumatra Selatan.

Evaluasi berkala terus dijalankan oleh otoritas navigasi udara dan pengelola bandara. Pembukaan kembali rute penerbangan akan sangat bergantung pada arah angin serta tingkat konsentrasi debu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau.


Berita Lainnya

Index
Galeri