PEKANBARU - Ternyata aset tanah milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau banyak yang tidak memiliki sertifikat. Kondisi ini menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Demikian diungkap Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Riau, H Masperi kepada Wartawan, Senin (25/1/16) di Pekanbaru. "Aset tanah kita banyak, tetapi ada yang belum disertifikat," kata Masperi seperti yang dilansir riauplus.com.
Diakuinya, aset berupa tanah itu ada di bebertapa lokasi. Meski tidak menyebut lokasi, pihaknya akan kembali mendata ulang aset tersebut. "Kita akan inventarisir dulu. Mana yang belum ada sertifikatnya, akan kita buatkan," jelasnya.
Masperi tidak menampik, bahwa masalah aset tanah ini sudah menjadi perhatian dan catatan dari BPK. Pemprov Riau menargetkan, tahun 2016 ini semua tanah akan disertifikat. Dia menambahkan, bahwa nilai aset Pemprov Riau saat ini mencapai Rp23,5 triliun. Aset itu berupa, mobil dinas, tanah, gedung, alat berat dan lainnya. (das)
- Regional
- Kampar
Tanah Pemprov Riau Banyak yang Tak Bersertifikat?
Tim Redaksi
Senin, 25 Januari 2016 - 16:49:40 WIB
ilustrasi/net
Tulis Komentar
IndexPilihan Redaksi
IndexTelkom Serahkan 90 Persen Aset Jaringan ke InfraNexia, Ini Dampaknya
Harga BBM Pertamina Akhir September 2026, 4 Produk Non-Subsidi Naik
RI Geser China, Kuasai 41% Produksi Nikel Olahan Dunia
Bunga Deposito BRI, BNI & Mandiri per 28 September 2026, Ini Rinciannya
PDC Pertamina Bina Pesantren Indramayu, Produksi Tempe Tembus 3 Ton per Bulan
Pegadaian Borong 10 Penghargaan di The Best Contact Center Indonesia 2026
Berita Lainnya
Index Regional
Di Hadapan Menteri Kehutanan, Kasmarni Pasang Tekad: Gambut Bengkalis Tak Boleh Terus Terbakar
Rabu, 30 September 2026 - 21:42:17 Wib Regional
Geger! Polisi Sita 52,72 Gram Sabu di Air Buluh, Bandar Narkoba Ternyata Buronan Lapas
Rabu, 30 September 2026 - 20:33:29 Wib Regional
Pacu Jalur Diperkenalkan ke KSP, Yan Hiksas: Budaya yang Mendunia Harus Diperkuat Ekonomi Kreatif
Rabu, 30 September 2026 - 20:31:42 Wib Regional
Subsidi Energi APBN 2027 Dipangkas, BBM dan Elpiji 3 Kg Rp 131,39 Triliun
Rabu, 30 September 2026 - 08:43:01 Wib Regional

