PEKANBARU - Kebutuhan pangan di provinsi Riau masih bergantung pada provinsi tetangga. Tak tanggung-tanggung, jumlahnya mencapai 60 persen. Ini dianggap cukup merugikan para petani lokal.
"Kita ingin ada rumusan yang faktual untuk mengatasi masalah ketahanan pangan di Riau. Sekarang ini 60 persen kebutuhan pagan di Riau masih dibantu oleh provinsi tetangga," kata Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi Riau, Darmansyah seperti dilansir halloriau.com, Jumat (11/12/2015).
Darmansyah menilai, perosalan ketahanan pangan di Provinsi Riau harus diselesaikan dengan cara memberdayakan koordinasi yang intens, serta melibatkan pihak-pihak di lintas sektoral.
Tugas Dewan Ketahanan Pangan daerah dalam hal ini memiliki tanggung jawab penuh untuk membantu pemerintah pusat mengatasi masalah ketahanan pangan di Riau.
"Kami meyakini, setidaknya ada satu daerah yang mampu menjadi sentral ketahanan pangan jika pemerintah berhasil mengelola dengan baik," sambungnya.
Pihak Badan Urusan Logistik (Bulog) Provinsi Riau harus memberikan peran aktif, dengan mengakomodir serta menjaga kestabilan pangan di Riau. Dia meminta agar Bulog membeli ketersediaan pangan kepada petani dengan harga yang lebih tinggi.
Persoalan ini juga menjadi salah satu faktor mengapa ketahanan pangan di Riau sering bermasalah. Profit margin yang diterima petani jauh lebih rendah ketimbang keuntungan yang diperoleh oleh pedagang dan masyarakat.
"Profit margin untuk petani di bawah 27 persen. Sangat jauh bedanya dengan keuntungan yang diperoleh pedagang dan masyarakat. Dukungan yang lemah terhadap petani itulah yang selalu menjadi masalah ketersedian pangan di Riau," sambungnya.
Perbaikan distribusi tata kelola niaga disektor pangan ini perlu diperhatikan pemerintah. Faktanya yang menunjukkan bahwa tata niaga sejumlah komuditas pangan itu menunjukkan bahwa tidak adanya keseimbangan profit margin yang jelas. (das/hrc)
- Regional
- Kampar
Kebutuhan Pangan di Riau Masih Bergantung Provinsi Tetangga
Tim Redaksi
Jumat, 11 Desember 2015 - 13:51:31 WIB
Tulis Komentar
IndexPilihan Redaksi
IndexTelkom Serahkan 90 Persen Aset Jaringan ke InfraNexia, Ini Dampaknya
Harga BBM Pertamina Akhir September 2026, 4 Produk Non-Subsidi Naik
RI Geser China, Kuasai 41% Produksi Nikel Olahan Dunia
Bunga Deposito BRI, BNI & Mandiri per 28 September 2026, Ini Rinciannya
PDC Pertamina Bina Pesantren Indramayu, Produksi Tempe Tembus 3 Ton per Bulan
Pegadaian Borong 10 Penghargaan di The Best Contact Center Indonesia 2026
Berita Lainnya
Index Regional
Di Hadapan Menteri Kehutanan, Kasmarni Pasang Tekad: Gambut Bengkalis Tak Boleh Terus Terbakar
Rabu, 30 September 2026 - 21:42:17 Wib Regional
Geger! Polisi Sita 52,72 Gram Sabu di Air Buluh, Bandar Narkoba Ternyata Buronan Lapas
Rabu, 30 September 2026 - 20:33:29 Wib Regional
Pacu Jalur Diperkenalkan ke KSP, Yan Hiksas: Budaya yang Mendunia Harus Diperkuat Ekonomi Kreatif
Rabu, 30 September 2026 - 20:31:42 Wib Regional
Subsidi Energi APBN 2027 Dipangkas, BBM dan Elpiji 3 Kg Rp 131,39 Triliun
Rabu, 30 September 2026 - 08:43:01 Wib Regional

