PEKANBARU - Aparatur Sipil Negara (ASN) ternyata diperbolehkan ikut kampanye di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Pekanbaru.
Demikian dituturkan Asisten I Bidang Pemerintahan Sekretariat Daerah (Setda) Kota Pekanbaru, Azwan usai rapat koordinasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), Kamis (15/12/2016) kemarin.
Rapat koordinasi ini juga sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Walikota sudah keluar Nomor 570 Tahun 2015 tentang pembentukan tim des Pilkada. Sebetulnya tim sudah mulai bekerja sejak SK dikeluarkan. Tugasnya melakukan pengawasan, pelaporan dan evaluasi seluruh rangkaian Pilkada di Pekanbaru termasuk kampanye.
"Kalau ada persoalan akan dilaporkan. Kita akan melaporkan juga berjenjang, kepada gubernur lalu ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri)," kata Azwan.
Lanjutnya, rapat ini dilakukan juga karena ada mis persepsi, mis komunikasi antara panwaslu, KPU dan petugas tim des di lapangam tentang Alat Peraga Kampanye (APK) di lapangan. Dengan ada rapat koordinasi ini ia berharap tidak ada lagi tindakan panwaslu yang serta merta dalam tanda kutip sepertinya arogan.
"Itu masuk ke ruangan membongkar lambang-lambang daerah yang sampai sekarang masih dibenarkan. Itu yang selama ini terjadi," jelasnya.
Dia juga menuturkan, petugas dari tim des pilkada ini, akan turun ke lapangan menggunakan surat tugas, kemudian ada atributnya. "Nanti yang tidak memahami kok ada ASN disini. Ternyata ASN juga boleh ikut kampanye. Kampanye kan merupakan hak dari warga negara," sebutnya.
Jadi, kata dia, ASN jangan ragu. Ia mempersilahkan ASN untuk ikut kampanye. "Silahkan saja ikut kampanye. Yang tidak boleh itu mengajak kawan-kawannya atau siapa saja memihak kepada salah satu," imbuhnya. (das)
- Nasional
- Politik
Kata Azwan, Ternyata ASN Boleh Ikut Kampanye
Tim Redaksi
Jumat, 16 Desember 2016 - 09:39:16 WIB
Azwan
Tulis Komentar
IndexPilihan Redaksi
IndexTim Gabungan Gagalkan Penyelundupan 32 Kilogram Sabu Asal Malaysia di Bengkalis
Viral! Pria Diduga Pencuri Terpergok di Atap Ruko, Berakhir Kritis Usai Dihajar Massa
Polda Riau Bongkar Kasus Pengoplosan LPG, Dua Tersangka Raup Rp70 Juta Per Bulan
Pembunuhan Tragis di Kanal PT BBHA, Operator Pompong Tewas Dibacok Rekan Kerja
Polisi Ringkus Pria Ngamuk di Siak, Acungkan Parang dan Ancam Bunuh Tetangga
Berita Lainnya
Index Nasional
Dorong Karier Berbasis Merit, Polri Gelar Konsolidasi Nasional Asesor Assessment Center
Kamis, 12 Februari 2026 - 11:47:04 Wib Nasional
Rapim Polri 2026: Kapolri Pastikan Korps Bhayangkara Siap Dukung Program Pemerintah
Selasa, 10 Februari 2026 - 22:54:30 Wib Nasional
Turun ke TKP Gajah Dibunuh, Kapolda Riau Tegaskan Pelaku Akan Ditindak Tanpa Kompromi
Sabtu, 07 Februari 2026 - 17:56:05 Wib Nasional
Putus Rantai Tengkulak, Polri-Bulog Siap Serap Jagung Petani dengan Harga Layak
Jumat, 06 Februari 2026 - 19:14:46 Wib Nasional

