Tiran Nusantara-Conch Teken Investasi Rp10 Triliun di Manufaktur dan Energi Hijau

Tiran Nusantara-Conch Teken Investasi Rp10 Triliun di Manufaktur dan Energi Hijau
Penandatanganan kerja sama investasi antara PT Tiran Nusantara Grup dan Conch Investment Holdings (H

RIAUREALITA.COM — PT Tiran Nusantara Grup dan Conch Investment Holdings (Hong Kong) Ltd menandatangani kerja sama investasi tahap awal senilai Rp10 triliun di sektor industri manufaktur dan energi hijau. Penandatanganan berlangsung di Anhui, Tiongkok, Jumat (9/10), mencakup pembangunan pabrik bahan anoda baterai litium, pabrik kemasan plastik, PLTB, dan PLTSa. Kerja sama ini disebut menyerap hingga 5.000 tenaga kerja dan memperkuat hilirisasi sumber daya alam.

Direktur Operasional Tiran Nusantara Grup Andi Karyadi dan Direktur Conch Li Xin menandatangani perjanjian tersebut, disaksikan Presiden Komisaris Tiran Nusantara Grup Andi Amar Mar'uf Sulaiman. Conch merupakan perusahaan di bawah Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok yang telah mendiversifikasi usaha ke energi baru, pengolahan limbah, serta material industri dan konstruksi berteknologi tinggi.

Conch bukan pemain baru di Indonesia. Investasi perusahaan tersebut yang telah berjalan di Tanah Air mencapai Rp30 triliun, sehingga kemitraan dengan Tiran Nusantara Grup menjadi kelanjutan komitmen jangka panjangnya. Nilai kerja sama direncanakan berkembang secara bertahap ke depan.

Ruang Lingkup Proyek dan Struktur Kepemilikan

Kerja sama ini mencakup empat proyek utama yang menyasar hilirisasi dan transisi energi:

  • Pembangunan pabrik bahan anoda baterai litium
  • Pabrik kemasan plastik
  • Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB)
  • Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa)

Struktur kepemilikan disusun menyesuaikan karakter masing-masing proyek. Pada sebagian usaha patungan, Tiran Nusantara Grup memegang 49% dan Conch 51%. Pada usaha patungan lainnya, komposisinya dibalik menjadi Tiran Nusantara Grup 51% dan Conch 49%.

"Kerja sama ini menegaskan kepercayaan mitra internasional terhadap iklim investasi Indonesia dan kapasitas industri nasional. Kami berkomitmen membangun industri hilir yang mampu menyerap tenaga kerja 5.000 orang dan memperkuat kemandirian ekonomi," ujar Rezki Mulyadi, Humas PT Tiran Nusantara Grup.

Jejak Bisnis Tiran Nusantara Grup

Tiran Nusantara Grup merupakan kelompok usaha yang didirikan oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Perusahaan bermula dari penelitian Amran soal serangan hama tikus yang melahirkan inovasi pengendalian tikus bernama Tiran, singkatan dari "Tikus Diracun Amran".

Pada 1995, Amran mengurus hak paten atas inovasinya, antara lain Tiran 58PS dan Alpostran. Kini ia tercatat memiliki tujuh hak paten di bidang pengendalian hama, dengan produk yang digunakan jutaan petani Indonesia dan dipasarkan ke Jepang, Malaysia, Vietnam, Thailand, serta sejumlah negara lain.

Usaha tersebut berkembang menjadi embrio Tiran Nusantara Grup pada 2004. Berawal dari modal pinjaman Rp500 ribu, grup ini kini menaungi lebih dari puluhan perusahaan dengan tenaga kerja ribuan orang di sektor pertambangan, energi, perdagangan, logistik, hingga kawasan industri. Di sektor logistik, grup ini mengoperasikan puluhan kapal angkut serta ratusan dump truck dan alat berat.

Sejak 2007, Tiran Nusantara Grup aktif berinvestasi di berbagai sektor tersebut. Usaha utama racun tikus ditutup sejak Amran pertama kali diangkat menjadi Menteri Pertanian tahun 2014.

"Seluruh perusahaan dalam Tiran Nusantara Grup dimiliki oleh Mentan Amran. Alhamdulillah lini usaha Tiran Nusantara Grup lainnya berkembang, meski usaha utama racun tikus ditutup sejak Amran pertama kali diangkat menjadi Menteri Pertanian tahun 2014, demi menjaga profesionalisme beliau," tambah Rezki.

Dampak ke Sektor Industri dan Energi Bersih

Kerja sama investasi ini diharapkan mempercepat transformasi industri nasional menuju energi bersih, pengelolaan limbah, dan hilirisasi sumber daya alam. Pabrik anoda baterai litium masuk dalam rantai pasok kendaraan listrik yang tengah dibangun pemerintah, sementara PLTB dan PLTSa menyasar bauran energi terbarukan.

Skala investasi tahap awal Rp10 triliun menempatkan proyek ini sebagai salah satu komitmen modal asing terbesar di sektor energi hijau dalam periode terbaru. Conch sendiri telah menanamkan Rp30 triliun di Indonesia, menjadikannya mitra strategis yang telah teruji di pasar lokal.

Di luar dunia usaha, Amran aktif menyalurkan ribuan beasiswa bagi anak yatim piatu, penyandang disabilitas, dan mahasiswa, termasuk mahasiswa asal Palestina dengan angkatan terakhir berjumlah 112 penerima. Bantuan kemanusiaan juga disalurkan ke masyarakat terdampak bencana alam di dalam negeri hingga Turki. Terbaru, ia membangun masjid senilai Rp1 triliun berkapasitas 20.000 orang serta rumah sakit setinggi 17 lantai.


Berita Lainnya

Index
Galeri