RIAUREALITA.COM — Okupansi hotel di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, mencapai 100 persen menjelang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Wisatawan domestik mendominasi pemesanan kamar, sementara tarif bebas ditetapkan sejak Pergub Nomor 9 Tahun 2022 dicabut. Hingga kini belum ada laporan keluhan konsumen terkait harga penginapan selama gelaran MotoGP berlangsung.
Ketua DPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Nusa Tenggara Barat, Ni Ketut Wolini, menyatakan kamar hotel di kawasan Mandalika sudah terisi penuh. Beberapa homestay memang belum tersewa, tetapi secara umum akomodasi di sekitar sirkuit tidak lagi menyisakan kamar kosong.
Kepadatan serupa merembet ke wilayah penyangga. Hotel di Kota Mataram dan Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, tercatat terisi 80 hingga 90 persen. Kamar di hotel berbintang paling sulit didapat, sementara hotel non-bintang masih menyisakan sedikit ruang.
Wisatawan Domestik Mendominasi Pemesanan
Pemesanan kamar selama gelaran MotoGP kali ini mayoritas datang dari wisatawan domestik. Wisatawan mancanegara menyusul di urutan kedua, jumlahnya tidak sebesar tamu dari dalam negeri.
Pada Jumat, penonton dari berbagai daerah mulai berdatangan ke Lombok. Arus kedatangan ini yang membuat keterisian kamar melonjak dalam beberapa hari terakhir.
Tarif Hotel Bebas Setelah Pergub Dicabut
Pencabutan Peraturan Gubernur Nomor 9 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Tarif Usaha Jasa Akomodasi turut mengubah peta harga kamar tahun ini. Regulasi itu sebelumnya mengatur zona-zona tarif dan batas kenaikan harga di tiap wilayah.
"Dulu Pergub kan mengatur zona-zona boleh naik sekian persen di zona ini. Tapi setelah Pergub dicabut mekanisme pasar menjadi bebas tapi tidak bebas se-bebasnya harus masih dalam koridor yang wajar, tapi ini ada pilihan bagi konsumen untuk bisa memilih," ujar Wolini.
Dengan mekanisme pasar, konsumen kini punya keleluasaan memilih penginapan sesuai anggaran. Pengelola hotel tetap diharapkan menetapkan tarif dalam batas wajar selama periode puncak MotoGP.
Belum Ada Keluhan soal Harga Kamar
PHRI NTB mencatat belum ada laporan keluhan terkait tarif kamar hotel maupun penginapan selama pelaksanaan MotoGP. Pihaknya berharap situasi ini bertahan hingga rangkaian acara selesai.
"Sejauh ini belum ada laporan keluhan terkait harga yang kita terima ya," kata Wolini.
Tips bagi Traveler yang Belum Dapat Kamar
Bagi yang belum memesan akomodasi, wilayah di luar Mataram dan Senggigi bisa jadi opsi cadangan. Homestay di sekitar Mandalika masih ada yang belum terisi meski jumlahnya terbatas.
Pastikan konfirmasi ketersediaan kamar langsung ke penginapan sebelum berangkat. Informasi terkini soal tarif dan sisa kamar dapat dikonfirmasi via dinas pariwisata setempat atau PHRI NTB.
Durasi ideal menginap selama MotoGP berkisar tiga hingga empat malam untuk mengikuti seluruh rangkaian acara tanpa terburu-buru. Memesan jauh hari jadi kunci utama, terutama saat okupansi menyentuh angka 100 persen seperti sekarang.

