RIAUREALITA.COM — Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin mengungkap ada lebih dari 287.000 lowongan kerja luar negeri terverifikasi per 4 Oktober 2026, tetapi baru sekitar 75.000 atau 26 persen yang terisi. Kesenjangan ini membuka peluang besar bagi calon pekerja migran Indonesia, terutama yang punya sertifikasi kompetensi dan kemampuan bahasa asing. Pendaftaran lowongan dilakukan melalui sistem SIP2MI yang diverifikasi perwakilan Indonesia di negara tujuan.
Mukhtarudin menyampaikan data tersebut saat meresmikan Migrant Center dan meninjau Program SMK Go Global di Universitas Teknologi Bandung, Bandung, Jawa Barat, Jumat (9/10/2026). Menurutnya, lebih dari 73 persen lowongan yang sudah diverifikasi masih kosong.
"Menurut data di kami per 4 Oktober 2026, lowongan kerja berdasarkan SIP2MI yang sudah diverifikasi oleh perwakilan ada 287.000 lebih lowongan. Tapi ironisnya, kita baru bisa mengisi kurang lebih 26 persen atau 75.000 lowongan," kata Mukhtarudin, dikutip dari Antara.
Ia menyebut tiga penyebab utama kesenjangan itu: keterbatasan sertifikasi kompetensi, kemampuan bahasa asing, dan kesiapan keterampilan calon pekerja migran. "Masih ada 73 persen lebih, hampir 74 persen yang belum bisa kita isi," ujarnya.
Negara Tujuan yang Paling Membutuhkan
Sejumlah negara menghadapi penurunan jumlah penduduk usia produktif. Mukhtarudin menyebut Malaysia, Korea Selatan, Jepang, sejumlah negara Eropa Timur, Eropa Barat, hingga Amerika Serikat mengalami fenomena aging population.
Di sisi lain, Indonesia menuju puncak bonus demografi pada 2045 dengan proyeksi sekitar 207 juta penduduk usia produktif. "Ketika negara kita mengalami bonus demografi, negara-negara lain mengalami aging population. Ini menjadi peluang strategis bagi Indonesia untuk mengisi kekurangan tenaga kerja global," kata Mukhtarudin.
Kompetensi Jadi Kunci Utama
Peluang itu tidak otomatis bisa diambil. Calon pekerja harus memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar internasional. "Menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas dan sesuai kompetensi global menjadi sebuah keniscayaan," ujarnya.
Pemerintah menyiapkan sejumlah langkah percepatan. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya memberi instruksi pada 20 Oktober 2025 agar pemerintah menyiapkan 500.000 calon pekerja migran terampil. Program SMK Go Global kemudian dijadikan salah satu program prioritas untuk menyiapkan tenaga profesional yang bisa bersaing di pasar kerja internasional.
Peluang bagi Pencari Kerja
Bagi pencari kerja yang berminat menembus pasar kerja luar negeri, ada beberapa hal yang perlu disiapkan sejak awal. Pertama, pastikan memiliki sertifikasi kompetensi yang relevan dengan bidang yang dilamar. Kedua, asah kemampuan bahasa asing sesuai negara tujuan.
Informasi lowongan yang sudah terverifikasi dapat diakses melalui sistem SIP2MI. Calon pekerja migran disarankan mendaftar hanya melalui jalur resmi yang telah diverifikasi perwakilan Indonesia di negara tujuan.
Persiapan yang matang sejak sekarang menjadi modal untuk mengambil peluang yang masih terbuka lebar.

