RIAUREALITA.COM — Lima sistem baterai rumah tangga kini bersaing langsung dengan Tesla Powerwall, mulai dari Anker SOLIX X1 hingga FranklinWH aPower S. Masing-masing menawarkan kapasitas modular, waktu peralihan otomatis, dan kemampuan menyimpan listrik dari jaringan saat tarif sedang murah. Pilihan ini muncul seiring meningkatnya kebutuhan listrik rumah tangga dan cuaca ekstrem yang makin sering terjadi.
Tesla Powerwall lama menjadi acuan utama sistem penyimpanan energi rumah tangga. Namun sejumlah produsen kini menghadirkan alternatif dengan pendekatan berbeda, mulai dari kapasitas modular hingga integrasi dengan panel surya atap. Daftar ini disusun berdasarkan urutan alfabet nama merek, tanpa penilaian subjektif soal mana yang terbaik.
Anker SOLIX X1: Mulai dari 5 kWh, Bisa Ditumpuk sampai 180 kWh
Anker SOLIX X1 dirancang sangat modular. Satu unit baterai LiFePO4 berprofil rendah menyimpan 5 kWh, dan pemilik bisa menumpuk kapasitas hingga 180 kWh sesuai kebutuhan.
Fleksibilitas itu cocok untuk pemilik rumah yang belum yakin seberapa besar sistem yang dibutuhkan. Kebutuhan paling kritis bisa dipenuhi sejak hari pertama, lalu kapasitas ditambah bertahap.
Fitur cadangan dayanya juga matang. Ada persiapan otomatis saat badai dan waktu peralihan 20 milidetik. Selubungnya bersertifikat IP66 terhadap cuaca, dengan garansi 10 tahun.
BLUETTI EP800: Bisa Isi Daya dari Jaringan Saat Tarif Murah
BLUETTI EP800 dibangun dari inverter EP800 dan paket baterai modular B500. Konfigurasi dua baterai menyediakan 9,92 kWh, dan tambahan paket bisa mendorong kapasitas hingga hampir 40 kWh dengan output 7,6 kW.
Sistem ini bisa bekerja dengan panel surya atap atau microinverter. BLUETTI juga merancangnya agar dapat mengisi daya dari jaringan listrik pada jam beban rendah, lalu menyimpannya untuk dipakai saat tarif naik.
Artinya, pengguna mendapat cadangan daya sekaligus penghematan tarif tanpa harus memasang panel surya. Opsi ini masuk akal bagi penyewa rumah atau pemilik yang belum siap beralih ke sistem surya plus penyimpanan penuh.
EcoFlow DELTA Pro Ultra: Kapasitas 30 kWh per Tumpukan
EcoFlow DELTA Pro Ultra lebih tidak permanen dibanding Powerwall, tapi tetap serius sebagai cadangan daya seluruh rumah. Inverter 7,2 kW 120/240V dipadukan dengan baterai LFP modular 6,144 kWh yang bisa ditumpuk hingga lima unit, menghasilkan sekitar 30 kWh per tumpukan.
Sistem ini menerima hingga 4 kW daya melalui input PV tegangan tinggi. Fungsinya pun bisa lebih dari sekadar cadangan darurat, karena mudah diintegrasikan ke sistem panel surya yang sudah terpasang.
Baterai DELTA Pro diklaim masih menyimpan minimal 80 persen kapasitas setelah 3.500 siklus, setara sekitar 10 tahun pemakaian harian.
Enphase IQ Battery 5P: Solusi Satu Merek untuk Charger EV dan Cadangan Rumah
Enphase menawarkan lini baterai lengkap bagi pemilik rumah yang ingin solusi satu merek untuk pengisian kendaraan listrik dan cadangan daya, tanpa terikat ekosistem GM atau Tesla.
Sistem ini disebut sebagai solusi off-grid penuh. Baterai Enphase memungkinkan rumah beroperasi tanpa sambungan utilitas, bahkan untuk periode panjang.
Caranya dengan menggabungkan IQ Battery 5P, microinverter seri IQ8 dengan Sunlight JumpStart, dan generator AC cadangan dari pihak ketiga. Teknologi charger EV Enphase IQ sendiri sudah diperkenalkan sejak 2023, dilengkapi Wi-Fi dan terintegrasi dengan sistem rumah yang bisa dikendalikan lewat ponsel.
FranklinWH aPower S: Desain Ramping, Satu Unit 15 kWh
Penggemar Tesla Powerwall sering menyebut desain ramping dan terintegrasi sebagai daya tarik utamanya. FranklinWH aPower S mengambil pendekatan serupa dengan menggabungkan baterai dan inverter dalam satu unit sehingga instalasi lebih sederhana.
Setiap unit aPower S menyimpan 15 kWh energi yang bisa dipakai dan mampu menyalurkan hingga 10 kW daya kontinu. Beberapa unit aPower S dapat dipadukan untuk memperbesar kapasitas total.

