RIAUREALITA.COM — Iberseries & Platino Industria 2026 di Madrid menutup edisi keenam dengan sorotan pada ledakan microdrama, gelombang AI, dan geliat merger-akuisisi konten berbahasa Spanyol. Ajang yang digelar di Matadero Madrid itu mempertemukan pelaku industri audiovisual dari Spanyol, Portugal, Amerika Latin, hingga Hollywood. Sejumlah panel membahas arah bisnis konten vertikal dan peluang koproduksi lintas benua.
Matadero Madrid, bekas rumah potong hewan yang kini jadi pusat kebudayaan, kembali jadi tuan rumah pertemuan tahunan Iberseries & Platino Industria. Edisi 2026 ini adalah yang keenam dan disebut sebagai ajang bisnis internasional terbesar untuk profesional konten audiovisual berbahasa Spanyol dan Portugis.
Selama sepekan, peserta mengikuti panel, sesi pitching, hingga pertemuan bisnis. Dua topik yang paling sering dibahas: kebangkitan microdrama vertikal dan masuknya AI ke rantai produksi. Isu merger dan akuisisi (M&A) juga mewarnai obrolan di koridor acara.
Microdrama Vertikal Makin Dilirik Studio Besar
Marcela Kartaszewicz, head of communications DramaBox, menyambut baik langkah studio-studio Hollywood yang mulai masuk ke format vertikal. Menurutnya, kehadiran pemain besar justru mengangkat seluruh ekosistem industri.
"A lot of studios are jumping into the vertical space," ujarnya dalam panel bertajuk "Vertical & Viral: The Rise of Microdrama". "The more, the merrier."
Kartaszewicz menegaskan satu aturan dasar yang tak berubah meski format terus berevolusi. "Content is king," katanya. "It has been. It is. It will always be."
Genre yang paling laris sejauh ini mencakup kisah LGBTQ+, cerita cinta young adult dengan selisih usia, dan berbagai variasi kisah romansa lain. Kartaszewicz memperkirakan thriller akan jadi gelombang berikutnya karena trope-nya mulai masuk ke naskah dan mendapat respons penonton.
Soal biaya produksi, angkanya sangat bergantung pada cerita dan lokasi syuting. Sasha Tkachenko, head of studio My Drama by Holywater Tech, membeberkan rentang biaya untuk wilayah Eropa Timur berkisar 80 ribu hingga 120 ribu, sementara di Amerika Serikat menembus 120 ribu sampai 250 ribu. Los Angeles jadi lokasi paling mahal.
Ia juga menyebut durasi standar microdrama: minimal 55 episode dengan total tayang sekitar 60 menit. Aktor dari Inggris atau AS bisa didatangkan bila diperlukan.
Pedro Lopes, director general of content SPi Portugal, menambahkan insight soal perilaku penonton. Biasanya penonton menyelesaikan lima episode pertama, lalu berpindah ke judul lain. Meski begitu, semua perwakilan platform microdrama yang hadir tetap optimistis ruang pertumbuhan format vertikal masih luas.
Spanyol sebagai Jembatan Eropa–Amerika Latin
Sesi lain menyorot posisi Spanyol sebagai penghubung antara Eropa dan Amerika Latin. Gloria Saló, director of production and content consulting GECA, bersama koleganya Lucía Gómez, content and formats analyst, memaparkan data 2023–2026.
Dari 134 koproduksi antarnegara Eropa, 41 persen dipimpin proyek Prancis-Belgia. Sementara koproduksi Eropa–Amerika Latin hanya 18 proyek atau 6 persen, didominasi kerja sama Spanyol-Meksiko lalu Spanyol-Argentina.
Keduanya menyebut koproduksi Spanyol-Portugal sebagai area "subur" yang belum digarap maksimal. Spanyol disebut sebagai bagian dari poros transatlantik, tetapi keterlibatannya dalam koproduksi masih menghadapi sejumlah keterbatasan.
Panel "Breaking Rules: The Co-Production Landscape" mempertemukan Iris Bucher (Quad Drama, Prancis), Peter Lohner (Beta Film, Jerman), Nathalie Perus (Atlantique Productions, Prancis), Femke Wolting (Submarine, Belanda), dan Alfredo Bermúdez de Castro Berbel (Secuoya Studios, Spanyol).
"We wish we would do more with the Spanish broadcasters as well," kata Bucher. "As Europe, we need to have a voice. So for now, big countries for co-productions are France, Germany, Italy, but I think we all wish we could work more with Spain, not just shoot there."
Data Penonton dan Nama Besar di Industri
Ingke Purrmann, co-founder dan chief revenue officer JustWatch Media, mengingatkan bahwa demografi bukan satu-satunya alat untuk memetakan audiens. Analisis data perilaku menonton dinilai lebih menentukan dalam mengambil keputusan konten.
Nama King Charles III dan Ozzy Osbourne sempat mencuat dalam diskusi sebagai contoh bagaimana figur publik lintas generasi tetap jadi magnet audiens di pasar konten berbahasa Spanyol. Keduanya disebut dalam konteks analisis demografi dan daya tarik konten.
Iberseries & Platino Industria 2026 resmi berakhir Jumat pekan ini. Ajang ini konsisten jadi barometer arah industri audiovisual Spanyol dan Portugis, terutama saat format vertikal dan AI mulai mengubah cara produksi dan distribusi konten.

