RIAUREALITA.COM — Seorang aparatur sipil negara di Kota Pekalongan menerobos jalan yang masih dalam tahap pengecoran dasar di Simbang Kulon menggunakan Toyota Agya. Kepala BKPSDM Kota Pekalongan, Rusmani Budiharjo, menyatakan pengemudi beralasan terjepit kepadatan lalu lintas pagi. BKPSDM mengakui tindakan itu keliru dan meminta yang bersangkutan menyampaikan permintaan maaf.
Insiden itu terjadi pada Senin (28/9) pagi, saat ruas jalan di Simbang Kulon tengah dikerjakan. Jalan tersebut belum selesai dicor dan baru masuk tahap lapisan dasar. Meski begitu, kendaraan roda dua sudah lebih dulu melintas di lokasi.
Alasan Pengemudi Toyota Agya Terobos Jalan Cor
Rusmani Budiharjo mengungkapkan bahwa pengemudi mengaku tidak punya pilihan lain saat melintas. Menurut keterangan yang diterima BKPSDM, arus lalu lintas sedang padat karena bertepatan dengan jam berangkat aktivitas pagi.
"Di sana saat itu jam sibuk, jam berangkat aktivitas pagi itu sangat padat, di belakangnya sudah penuh. Informasi seperti itu, saya nggak tahu persis," kata Rusmani, dilansir dari detikJateng.
Rusmani menegaskan bahwa alasan tersebut tidak lantas membenarkan tindakan pengemudi. BKPSDM menilai apa yang dilakukan ASN tersebut tetap sebuah kesalahan.
"Informasi dari yang bersangkutan kemudian terpaksa melintas di situ, nggih (ya). Tapi bagaimanapun itu menurut kami itu sesuatu yang keliru, sehingga yang bersangkutan harus minta maaf," tambah Rusmani.
Motor Sudah Lewat Lebih Dulu, Mobil Baru Agya Ini
Berdasarkan keterangan yang dihimpun BKPSDM, kendaraan roda dua sudah melintasi jalan yang sedang diperbaiki sebelum insiden mobil terjadi. Jejak ban motor terlihat di lokasi dan terekam dalam video yang beredar.
"Awalnya itu kan masih lapisan dasar itu kan ketinggiannya nggak begitu drastis dengan existing jalan. Jadi itu dilewati. Kalau mobil, iya memang yang pertama bersangkutan (ASN). Tapi kalau sebelumnya sudah ada motor. Informasinya sudah ada motor dan saya lihat juga di video itu nggih (ya) ada tapak motor, tapi memang belum banyaknya," katanya.
Dari sisi ketinggian, lapisan dasar jalan yang baru dicor disebut tidak jauh berbeda dengan permukaan jalan lama. Kondisi itulah yang membuat sejumlah pengendara nekat melintas meski pekerjaan belum rampung.
Permintaan Maaf dan Sikap BKPSDM
BKPSDM Kota Pekalongan menyatakan telah menerima keterangan langsung dari ASN bersangkutan. Institusi itu menegaskan tidak membenarkan tindakan tersebut dan mendorong permintaan maaf disampaikan kepada pihak yang berwenang atas proyek jalan.
Belum ada keterangan resmi soal sanksi yang akan dijatuhkan. Kasus ini menjadi perhatian publik setelah rekaman kendaraan melintasi jalan basah menyebar di media sosial.

