RIAUREALITA.COM — Toyota bZ4X Touring membuktikan mobil listrik tidak selalu harus takut tanah. Di trek overland Sirkuit Goro Assalam, Solo, wagon listrik ini melibas pasir, bebatuan, tanjakan terjal, dan turunan curam tanpa ada yang nyangkut. Dijual Rp889 juta, harga versi Touring hanya Rp90 juta di atas bZ4X reguler yang kini dirakit lokal, tapi Anda dapat satu motor listrik tambahan, bagasi 600 liter, dan mode off-road sungguhan.
Harga Rp889 Juta: Apa yang Didapat dari Selisih Rp90 Juta?
Toyota bZ4X Touring dijual Rp889 juta dan hanya tersedia dalam satu varian. Model ini diluncurkan di GIIAS 2026, akhir Juli lalu.
Sebagai perbandingan, bZ4X pertama yang masuk Indonesia dulu dibanderol Rp1,19 miliar. Kini bZ4X reguler sudah dirakit di dalam negeri dengan harga Rp799 juta OTR Jakarta. Versi Touring hanya Rp90 juta di atasnya, padahal statusnya masih CBU, diimpor utuh dari Jepang.
Unit ini dibuat di pabrik Subaru di Yajima, Gunma. Kembarannya di sana bernama Subaru Trailseeker.
Selisih Rp90 juta itu memberi tiga hal konkret:
- Satu motor listrik tambahan
- Bagasi lebih besar
- Mode off-road sungguhan
Bentuk Wagon Tinggi: Bukan Sekadar Gaya
Nama Touring merujuk pada bentuk estate, wagon yang dibuat tinggi. Dimensinya: panjang 4.830 mm, lebar 1.860 mm, tinggi 1.675 mm, dengan wheelbase tetap 2.850 mm.
Yang ditambah hanya buntutnya, sekitar 140 mm. Tambahan itu langsung berubah jadi ruang. Bagasi bZ4X Touring mencapai 600 liter, sementara bZ4X biasa hanya 452 liter. Selisihnya 148 liter.
Di Indonesia, wagon adalah barang langka. Bentuk ini dulu identik dengan mobil Eropa mahal, jadi wajar kalau banyak orang menoleh saat melihatnya di jalan.
Detail Petualang: Overfender sampai Roof Rail
Kesan petualang dibangun lewat beberapa elemen yang terlihat langsung. Ada overfender hitam, pilar D yang lebih tegak, pelek 20 inci, dan roof rail yang kokoh.
Soal kapasitas atap, bahan menyebut beban sekitar 80 kg saat berjalan. Saat diam, angka itu bisa naik hingga 317 kg, cukup untuk menopang tenda atap.
Mode Off-road dan Fitur Crawl: Warisan Land Cruiser?
Klaim utama bZ4X Touring adalah kemampuan off-road yang tidak sekadar tempelan kosmetik. Satu motor listrik tambahan di versi Touring berperan besar di sini.
Namun perlu dicatat, bahan yang ada belum menyebutkan angka torsi, daya gabungan, atau kapasitas baterai secara spesifik. Jadi klaim "senyap tapi buas" masih perlu diuji lebih lanjut di kondisi medan yang berbeda, terutama soal konsumsi daya saat off-road berat.
Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli
Beberapa hal yang perlu jadi pertimbangan sebelum mengeluarkan Rp889 juta:
- Harga premium di kelasnya, meski masih di bawah bZ4X generasi pertama
- Status CBU berarti biaya perawatan dan suku cadang bisa lebih tinggi dari versi lokal
- Belum ada data konsumsi daya real-world untuk pemakaian off-road
- Wagon masih niche di Indonesia, nilai jual kembali belum teruji
Verdict: Cocok untuk Siapa?
Toyota bZ4X Touring cocok untuk pembeli yang ingin mobil listrik dengan karakter berbeda, bukan sekadar SUV listrik biasa. Bentuk wagon tinggi plus mode off-road membuatnya menonjol di pasar yang didominasi model konvensional.
Bagi yang butuh kendaraan harian murni di kota, bZ4X reguler Rp799 juta mungkin lebih masuk akal. Tapi kalau Anda sering membawa banyak barang, sesekali masuk medan ringan, dan ingin tampil beda, selisih Rp90 juta itu terasa masuk akal.

