RIAUREALITA.COM — PT Kereta Api Indonesia (Persero) menggelar uji coba perjalanan LRT Jabodebek lebih pagi selama tiga hari, 17-19 September 2026, untuk mengejar keberangkatan awal Kereta Cepat Whoosh dari Stasiun Halim. Langkah ini menjawab kebutuhan penumpang yang selama ini kesulitan mencapai Stasiun Halim sebelum jadwal Whoosh pukul 06.25 WIB. Jika berlanjut, penumpang Jabodetabek punya opsi baru berangkat lebih awal tanpa harus memutar lewat moda lain.
Skema Perjalanan dan Waktu Tempuh
Perjalanan LRT dari Dukuh Atas menuju Stasiun Halim dijadwalkan tiba pukul 05.54 WIB. Dari situ, penumpang memiliki waktu sekitar 31 menit untuk berpindah ke stasiun Kereta Cepat Whoosh dan mengejar keberangkatan awal pukul 06.25 WIB.
Jeda 31 menit itu menjadi inti uji coba. Sebelumnya, penumpang yang ingin naik Whoosh pagi harus menyesuaikan diri dengan jadwal LRT reguler yang baru mulai beroperasi pukul 06.05 WIB — terlalu mepet, bahkan berisiko tertinggal.
Alasan KAI Menggeser Jam Operasi
Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menyebut uji coba ini sebagai bagian dari upaya menghadirkan transportasi publik yang terintegrasi dengan kebutuhan mobilitas harian masyarakat.
"Uji coba ini dilakukan untuk memberikan alternatif perjalanan yang lebih awal bagi masyarakat, khususnya pengguna yang akan melanjutkan perjalanan menggunakan Kereta Cepat Whoosh pada keberangkatan pagi. KAI ingin memastikan konektivitas antarmoda dapat semakin memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam merencanakan perjalanannya," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (17/9/2026).
Siapa yang Paling Diuntungkan
Penumpang yang tinggal di koridor Dukuh Atas hingga Jatimulya menjadi pihak yang paling merasakan dampak langsung. Mereka kini punya opsi berangkat lebih pagi tanpa harus memutar lewat moda lain atau menambah biaya perjalanan.
Bagi penumpang Whoosh yang terbang dari Bandara Soekarno-Hatta atau melanjutkan perjalanan ke Bandung, koneksi ini memangkas risiko tertinggal kereta akibat kemacetan jalan raya pada jam sibuk pagi.
Rencana ke Depan
Hasil uji coba tiga hari ini akan menjadi bahan evaluasi sebelum KAI memutuskan apakah jadwal 05.30 WIB diterapkan permanen. Jika permintaan penumpang tinggi dan operasional lancar, bukan tidak mungkin jam operasi LRT Jabodebek digeser lebih awal secara rutin.
Langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah mendorong integrasi antarmoda di kawasan Jakarta Timur, tempat Stasiun Halim menjadi titik temu LRT, Kereta Cepat Whoosh, dan angkutan pengumpan lainnya.
Penutup: Uji coba ini menegaskan arah pengembangan transportasi publik di Jabodetabek yang semakin menekankan konektivitas antarmoda. Jika berhasil, penumpang tak lagi perlu memilih antara berangkat lebih pagi atau naik Whoosh — keduanya bisa dilakukan dalam satu perjalanan.

