Sam Altman dan Elon Musk Dukung Seruan Perlambatan Pengembangan AI

Sam Altman dan Elon Musk Dukung Seruan Perlambatan Pengembangan AI
CEO Anthropic, Dario Amodei, menyerukan perlambatan pengembangan AI untuk mencegah risiko penguasaan

RIAUREALITA.COM — Dari usulan perlambatan tersebut muncul dari CEO Anthropic, Dario Amodei. Ia memperingatkan bahwa tanpa jeda dalam pengembangan, sekumpulan sistem AI berpotensi menguasai seluruh jaringan internet hanya dalam kurun waktu satu tahun.

Elon Musk, pemilik SpaceX, mendukung pernyataan Amodei melalui cuitan di platform X. "Saya sudah lama memperingatkan soal kecerdasan buatan," tulis Musk, menegaskan konsistensinya terhadap bahaya teknologi tersebut.

Komitmen Pengawasan Independen oleh OpenAI

Sam Altman menyatakan setuju dengan pandangan Amodei mengenai kebutuhan mengatur kecepatan inovasi. Topik ini menjadi diskusi utama internal OpenAI selama beberapa pekan terakhir.

"Saya setuju dengan Dario bahwa kita perlu mengatur laju perkembangan di bidang ini," kata Altman, melansir Reuters. OpenAI berencana mengadopsi gagasan Anthropic dengan melibatkan penilai independen yang memiliki akses setara karyawan untuk memantau risiko.

Altman telah lama menyuarakan kekhawatiran ini. Dalam esai tahun 2015 berjudul "Machine Intelligence, Bagian 1", ia menyebut pengembangan kecerdasan mesin yang melampaui kemampuan manusia sebagai ancaman terbesar bagi kelangsungan hidup umat manusia.

Tanggapan Google DeepMind dan Konteks Pasar

Demis Hassabis, pendiri sekaligus pimpinan Google DeepMind, turut sepakat dengan arah usulan tersebut. Meski rincian teknis masih dimatangkan, ia menilai respons kolektif industri sangat diperlukan saat ini.

Seruan Amodei mengemuka di tengah persiapan Anthropic untuk melantai di bursa saham AS. IPO perusahaan ini digadang-gadang menjadi salah satu yang terbesar sepanjang sejarah dengan target valuasi lebih dari US$2 triliun (setara Rp 33 triliun).

Kekhawatiran Internal Peneliti Senior

Dalam wawancara bersama Anderson Cooper dari CNN pada Sabtu (12/9), Amodei menyerukan kerja sama pemimpin industri untuk menghindari kesalahan fatal. "Jika kita terlambat, saya percaya ada orang jahat yang akan menyalahgunakan teknologi tersebut," ujarnya.

Pernyataan ini diperkuat oleh pengunduran diri peneliti Anthropic, Jacob Coxon, karena ketidakpedulian pengembang terhadap risiko bahaya. Coxon mencatat adanya kesenjangan antara citra publik eksekutif dan ketakutan pribadi mereka.

"Banyak eksekutif dan peneliti senior akan menyusun kalimat mereka di media agar terdengar masuk akal, tetapi saya mendengar mereka mengungkapkan ketakutan secara pribadi," tulis Coxon di X pada Selasa (8/9). Ia menekankan bahwa tidak ada aktivitas manusia lain yang menimbulkan tingkat bahaya setinggi ini.


Berita Lainnya

Index
Galeri