RIAUREALITA.COM — Inovasi ini terdengar sederhana, tapi justru di situlah nilai praktisnya. Alih-alih pengemudi naik ke kabin, memindahkan truk sekitar 30 sentimeter, lalu turun lagi untuk melanjutkan kerja, sistem yang dipatenkan Ford membalik logikanya: kendali pergerakan dilakukan dari buritan.
Handle Tailgate Step Jadi Alat Kontrol
Inti dari paten ini adalah handle pop-up yang sudah menjadi bagian dari opsi tailgate step pada truk seri F. Handle yang selama ini berfungsi sebagai pegangan naik-turun bak itu dialihkan fungsinya menjadi pemicu pergerakan.
Menurut dokumen paten, tekanan lebih kuat pada handle bisa membuat truk melaju lebih jauh. Alternatifnya, sistem bisa merespons dengan dorongan kecil berulang yang jaraknya seragam.
Bisa Dipakai untuk Mundur, tapi Butuh Pengaman
Fitur ini juga dirancang bekerja dua arah. Artinya, truk bisa digerakkan mundur dengan mekanisme serupa, meski Ford menyinggung perlunya sensor parkir atau sistem yang lebih canggih untuk mencegah hal tidak diinginkan di kedua ujung kendaraan.
Sebagai lapisan pengaman, sistem yang diusulkan hanya akan bergerak setelah operator menekan lalu melepaskan handle. Dokumen paten menyebut adanya opsi dead-man switch untuk memastikan input benar-benar disengaja.
Pertimbangan ini masuk akal. Handle tersebut tetap berfungsi sebagai pegangan pertama, dan siapa pun tidak ingin ada orang yang sedang naik ke bak malah memicu truk bergerak sendiri.
Konteks: Remote Control Truk Bukan Hal Baru
Mobil mainan ukuran sebenarnya sudah lama ada. Beberapa sistem self-parking mewah bahkan bisa dipicu dari key fob atau ponsel ketika pengemudi berada di luar kendaraan.
Dibandingkan itu, menggerakkan truk pelan-pelan di atas tanah tampak seperti persoalan yang jauh lebih sederhana untuk dipecahkan. Ford sendiri sudah punya Pro Trailer Backup Assist di kabin untuk membantu pengemudi saat menarik trailer.
Peluang Muncul di Truk Produksi Masih Tipis
Dari sisi inovasi tailgate, ide ini terbilang unik. Namun Ford tidak memberi indikasi kapan atau apakah fitur ini akan masuk ke lini produksi.
Kemungkinan terbesarnya justru datang dari permintaan pasar spesifik. Kalau para profesional lanskap dan kontraktor bersuara, bukan tidak mungkin Ford mempertimbangkan fitur ini untuk model tertentu di masa depan.
Sementara itu, pemilik pikap yang sering menurunkan batu, tanah, atau mulsa dalam jumlah kecil tetap harus turun dari kabin dan menggeser truk manual seperti biasa.

