Pekanbaru - Penjabat (Pj) Walikota Pekanbaru, Roni Rakhmat, menegaskan pentingnya langkah cepat dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) untuk menangani persoalan tumpukan sampah di kota tersebut. Ia menekankan bahwa permasalahan sampah tidak boleh dibiarkan berlarut-larut dan harus segera diselesaikan.
Kondisi ini semakin rawan mengingat masa transisi dari pengelola tahun 2024 ke pengelola tahun berikutnya. Saat ini, tumpukan sampah terlihat di sejumlah Tempat Penampungan Sementara (TPS).
Roni Rakhmat mengakui adanya penurunan jumlah armada pengangkut sampah dan kerusakan alat berat di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), yang menjadi penyebab utama penumpukan sampah di berbagai TPS.
"Kita tekankan ke OPD masalah sampah ini. Kita minta 1 Januari besok sudah harus bersih," kata Roni Rakhmat, Senin (31/12/2024).
Roni mengaku persoalan sampah merupakan salah satu permasalahan yang menjadi prioritas untuk diselesaikan. Pengelolaan sampah ini harus dilakukan secara maksimal oleh OPD terkait.
Ia menyebut bahwa dirinya hari ini segera memanggil Kepala DLHK Pekanbaru untuk mempertanyakan kondisi terkini dalam masa transisi pengelolaan sampah. DLHK harus segera menandatangani kontrak kerjasama angkutan sampah Tahun 2025 dengan pemenang lelang.
"Kita akan lihat, besok tanggal 1 Januari itu mereka sudah harus jalan. Apakah pihak ketiga sudah ditunjuk, itu laporan belum masuk," jelasnya.
DLHK Pekanbaru telah diberikan kewenangan untuk memilih pihak ketiga angkutan sampah Tahun 2025. Roni menyebut tidak mempersalahkan siapa pihak ketiga yang menjadi pemenang lelang.
"Tapi keinginan saya pribadi bagaimana sampah itu bisa bersih di Pekanbaru. Siapapun itu pemenang lelang, yang penting sampah bersih," pungkasnya.

