Menjadikan Para Siswa Aktif Bertanya dalam Kegiatan Pembelajaran

Menjadikan Para Siswa Aktif Bertanya dalam Kegiatan Pembelajaran

Oleh : Meutia Rahmadani, 186910823

Penerapan Kurikulum 2013 telah resmi diluncurkan oleh Pemerintah sejak tahun 2013. Beberapa sekolah telah dijadikan sekolah sasaran dan para Guru yang bersangkutan telah diikutkan pelatihan.

Bahkan buku-buku pegangan siswa dan guru sudah beberapa kali  direvisi sejak tahun 2014 sampai tahun 2016 ini. Akan tetapi tidak cukup hanya sampai disitu untuk mensukseskan Kurikulum 2013, salah satu yang paling pokok dalam mensukseskan Kurikulum 2013 adalah penggunaan pendekatan saintifik dalam pembelajaran. 

Setelah beberapa tahun terakhir ini dalam menggunakan pendekatan saintifik juga mengalami kendala di lapangan, salah satu yang dikeluhkan oleh para guru adalah pada bagian “kegiatan bertanya”. Padahal Salah satu alasan dipilihnya pendekatan saintifik sebagai pendekatan dalam Kurikulum 2013 adalah meningkatkan kemauan dan kemampuan bertanya para siswa di kelas.

Berikut beberapa poin penting yang harus diketahui dan dipahami oleh para Guru.

Pertama, Guru harus paham tentang Kurikulum 2013. Kurikulum 2013 dikembangkan berdasarkan berbagai alasan (Kemendikbud, 2015). 

Alasan-alasan tersebut antara lain: 
(1) Tantangan Internal;
(2) Tantangan Eksternal;
(3) Penyempurnaan Pola Pikir;
(4) Penguatan Tata Kelola Kurikulum;
(5) Penguatan Materi; dan
(6) Karakteristik Kurikulum 2013.

Kedua, Guru paham tentang Pendekatan saintifik dalam pembelajaran. Pendekatan pembelajaran yang disarankan dalam kurikulum 2013 adalah pendekatan saintifik yang dikenal dengan 5 M (Mengamati, Menanya, Menggali Informasi, Mengasosiasi, dan Mengkomunikasikan). Berikut beberapa hal yang perlu mendapatkan perhatian kita bersama.

Ketiga, Guru mampu menggunakan atau membuat Kegiatan Pengamatan. Guru dapat menggunakan kegiatan pembelajaran yang telah ada pada buku paket atau Guru dapat membuat Kegiatan Pengamatan berdasarkan kondisi sekolahnya masing-masing.

Mengamati pada dasarnya adalah kegiatan memperhatikan sesuatu, dengan menggunakan indera, secara cermat.
 
Keempat , Guru harus mendorong siswa mau dan mampu bertanya, terutama mengajukan pertanyaan yang bersifat investigatif (pertanyaan yang mendorong orang yang ditanya untuk melakukan eksplorasi terlebih dahulu sebelum menjawabnya). 

Pada fase menanya ini, yang perlu membuat pertanyaan adalah siswa, bukan gurunya.

Kelima,  Guru perlu memahami model-model pembelajaran yang dapat mendukung dalam penerapan pendekatan saintifik. Model pembelajaran yang mendukung penerapan pendekatan sintifik diantaranya adalah model pembelajaran Berbasis Penemuan (Discovery Learning)

Penulis adalah Mahasiswa Program Studi PGSD Angkatan 2018, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Riau dengan Dosen Pengampu Febrina Dafit, S.Pd., M.Pd


Berita Lainnya

Index
Galeri