Rindu dalam Bisu, Coretan dalam Hati, Senyum yang Mengikis Hati

Jumat, 26 Agustus 2016 | 00:01:07 WIB
Ilustrasi. (Hobitute Artists/udemy.com)
PESERTA LOMBA CIPTA PUISI HUT PERTAMA RIAUREALITA.COM
 
 
Rindu dalam Bisu
 
Bulan terpaku beku
Dalam dinginnya udara yang membisu
Malam itu ku termenung pilu
Hidup ini indah namun begitu semu
Karena kalbu telah tertancap rasa rindu
 
 
 
Coretan dalam Hati
 
Tertanam benih didalam jiwa
Dengan harapan pintu hati terbuka
Senyum mengiringi coretan cinta
Dengan dada tertegang bimbang
 
Ia Menulis kata-kata indahnya
Sehingga Bunga mekar disekitarnya
Meski cintanya tak terbalas nanti
Ia akan tetap berharap hingga hatinya mati
 
 
 
Senyum yang Mengikis Hati
 
Meringisku dengan hati terkikis.
Ia datang dengan wajahnya yang manis.
Terlena ku dengan senyumannya.
Hanya harapan palsu yang kupunya.
Karena tak satupun senyum
Yang ia tujukan hanya kepadaku seorang
 
 
 
Imam Hasan Al Ghifari, sering dipanggil Imam. Merupakan Mahasiswa di Kampus UIN Bandung dengan jurusan Sastra Inggris. Lahir pada tanggal 2 bulan Desember pada tahun 1994. Saat ini tinggal di Bandung tepat di mana ia kuliah. Dapat dihubungi via email: imamfarie@gmail.com. 
 

 

Terkini