RIAUREALITA.COM — Real Madrid menang tipis 1-0 atas Villarreal lewat gol perdana Yan Diomandé, tetapi kemenangan itu ternoda kartu merah Vinícius Júnior. Pemain asal Brasil itu dikeluarkan wasit setelah VAR mendeteksi tarikan rambut terhadap Nathan Saliba. Madrid pun harus bertahan dengan 10 pemain di fase akhir laga.
Kemenangan ini menjaga Real Madrid tetap enam poin di belakang pemuncak klasemen La Liga, Barcelona. Tambahan tiga angka juga membawa pasukan José Mourinho naik sementara ke peringkat ketiga. Namun kartu merah Vinícius meninggalkan rasa pahit karena ia berisiko absen di El Clásico pada 25 Oktober.
Gol Pertama Diomandé Pecahkan Kebuntuan di Bernabéu
Yan Diomandé menjadi pembeda di laga ini. Pemain sayap asal Pantai Gading itu melepaskan tembakan rendah tajam ke sudut jauh setelah menerima umpan matang Federico Valverde. Gol tersebut merupakan yang pertama bagi Diomandé sejak bergabung sebagai rekrutan termahal Madrid pada musim panas lalu.
Sebelum gol itu, babak pertama berjalan datar. Madrid kesulitan membangun serangan, sementara Villarreal mampu meredam tekanan tuan rumah. Kylian Mbappé sempat membentur tiang gawang memanfaatkan umpan Alvaro Carreras, dan satu tembakannya masih bisa diselamatkan kiper Peter Gulacsi.
Vinícius Cetak Gol, Lalu Diusir Wasit
Vinícius masuk sebagai pengganti dan sempat membuat publik Bernabéu bersorak. Ia mencetak gol setelah Jude Bellingham menusuk dari kiri dan mengirim umpan tarik. Namun kegembiraan itu berubah menjadi kemarahan.
Wasit Isidro Díaz de Mera Escuderos dipanggil VAR untuk meninjau tarikan rambut Vinícius terhadap Saliba dalam proses terjadinya gol. Wasit menganulir gol tersebut dan mengusir pemain Brasil itu dari lapangan.
“Saya tidak tahu apa yang terjadi dengan para wasit, dengan kartu merah ini, saya tidak mengerti,” kata gelandang Madrid, Aurélien Tchouaméni. “Tapi yang paling penting adalah kemenangan.”
Courtois dan Gulacsi Jadi Penentu di Fase Akhir
Bermain dengan 10 pemain, Madrid harus bertahan di sisa laga. Thibaut Courtois tampil gemilang dengan penyelamatan akrobatik untuk menggagalkan peluang Carlos Romero. Sebelumnya, kiper Belgia itu juga sudah melakukan beberapa penyelamatan penting.
Di sisi lain, Gulacsi berkali-kali menyelamatkan Villarreal. Kiper asal Hungaria itu kembali menahan tembakan Mbappé yang gagal menambah koleksi golnya malam itu. Mbappé, kandidat Ballon d'Or bulan ini, tampil sebagai pemain paling mengancam Madrid di babak pertama meski mendapat sedikit cemoohan dari sebagian fans.
Jadwal Padat dan Risiko Sanksi Vinícius
Mourinho memilih mencadangkan Vinícius yang sedang tidak dalam performa terbaik, setelah perjalanan jauh bersama Brasil ke Australia dan India selama jeda internasional. Keputusan itu sempat dipertanyakan, terutama setelah sang pemain terlibat insiden kartu merah.
Madrid selanjutnya harus menunggu keputusan komisi disiplin soal potensi sanksi tambahan bagi Vinícius. Jika hukuman dijatuhkan, ia bisa melewatkan laga besar melawan Barcelona pada 25 Oktober. Kemenangan atas Villarreal memang menjaga asa juara, tetapi masalah disiplin kembali menghantui tim ibu kota Spanyol itu.