Pemerintah Kabupaten Sukabumi menambah satu kanal baru bagi warga yang mencari pekerjaan melalui Sukabumi Expo 2026. Ajang yang biasanya identik dengan pameran produk daerah itu kini menyertakan job fair, termasuk untuk penempatan kerja ke luar negeri.
Lokasinya di Lapang Cangehgar, Palabuhanratu, dan menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) ke-156. Bupati Sukabumi Asep Japar menyebut langkah ini sebagai cara memperluas kesempatan kerja, terutama bagi generasi muda yang tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Negara Tujuan dan Bidang Kerja
Peluang yang dibuka menjangkau beberapa negara penempatan. Menurut Asep Japar, warga Kabupaten Sukabumi bisa bekerja ke Jepang, Jerman, maupun Malaysia.
"Ini salah satu cara memberikan peluang kepada warga Kabupaten Sukabumi. Ada kesempatan untuk bekerja ke Jepang, Jerman, ataupun Malaysia," ujar Asep Japar.
Pelatihan Sebelum Berangkat
Lowongan yang ditawarkan tidak berhenti pada informasi saja. Calon pekerja dapat mengikuti pelatihan lebih dulu, disesuaikan dengan kebutuhan negara dan bidang pekerjaan yang dituju.
Skema pembekalan itu disiapkan lewat kerja sama dengan pihak terkait di negara tujuan. Tujuannya agar masyarakat punya bekal sebelum masuk ke dunia kerja di luar negeri.
Asep menilai kehadiran mitra dari luar negeri memperlihatkan Kabupaten Sukabumi makin terbuka terhadap kerja sama ekonomi dan investasi. "Kita harus menyambut investasi yang masuk ke Sukabumi. Kalau iklimnya aman dan kondusif, tentu orang akan tertarik untuk berinvestasi," katanya.
Daya Tarik Baru bagi Pengunjung
Direktur Buana Cipta Promosindo (BCP) Agus Chandra, selaku penyelenggara, melihat job fair menambah magnet baru bagi pengunjung expo. Menurutnya, konsep itu melengkapi karakter acara yang selama ini identik dengan pameran produk dan aktivitas ekonomi masyarakat.
"Tahun ini agak meningkat dengan adanya job fair. Ini menjadi daya tarik untuk masuk ke arena Sukabumi Expo," ujar Agus.
UMKM Tetap Dapat Ruang
Di sisi lain, pelaku UMKM masih memperoleh tempat untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat. Perpaduan ini membuat expo bukan sekadar ruang hiburan, melainkan juga titik temu antara warga dan peluang ekonomi, dari produk lokal sampai kesempatan kerja.
Pemerintah Kabupaten Sukabumi berencana melanjutkan inovasi pada penyelenggaraan berikutnya. Agenda HJKS diarahkan tidak berjalan dengan konsep yang monoton tiap tahun, sehingga pengunjung selalu menemukan hal baru.
"In Syaa Allah ke depan pasti ada model yang baru. Supaya masyarakat tidak bosan," tutur Asep Japar.
Bagi warga yang berminat, informasi lengkap soal jadwal, negara penempatan, dan tahapan pendaftaran dapat diakses melalui kanal resmi Pemerintah Kabupaten Sukabumi serta penyelenggara Sukabumi Expo 2026.