PEKANBARU — Ratusan paket sembako dengan harga di bawah pasar retail disiapkan pemerintah dalam operasi pasar kali ini. Pasokan yang disalurkan mencakup 1.100 liter minyak goreng, 500 kg gula, 100 kg cabai, hingga 50 kg daging sapi dan 50 kg daging ayam.
Harga yang ditawarkan jauh lebih murah dibandingkan eceran biasa. Gula pasir dijual Rp 17.000 per kg, telur ayam Rp 45.000 per papan, sementara cabai merah dibanderol Rp 22.000 per setengah kilogram. Kentang cuma Rp 10.000 per kg, bawang merah Rp 12.000 per setengah kg, dan bawang putih Rp 7.000 per seperempat kg.
Kenapa Pemprov Riau Menggelar Operasi Pasar Ini?
Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Riau, Zulkifli Syukur, yang membuka acara tersebut menegaskan kegiatan ini bentuk intervensi nyata pemerintah untuk memangkas rantai distribusi yang panjang. "Acara Gerakan Pangan Murah yang kita buka pagi hari ini adalah bentuk nyata dari intervensi pemerintah untuk memutus mata rantai distribusi sembako yang panjang," ujarnya.
Langkah ini diambil setelah laju inflasi tahunan Riau tercatat di angka 3,82 persen. Dengan memotong jalur distribusi, pemerintah berharap harga yang diterima konsumen akhir tidak lagi membengkak akibat biaya logistik yang berlapis. Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dilibatkan untuk memastikan pengendalian harga pangan strategis berjalan efektif.
Bertepatan dengan HUT TVRI, Kolaborasi Lintas Instansi
Gerakan ini sekaligus menjadi rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI yang digelar serentak di seluruh Indonesia. Untuk wilayah Riau, kegiatan dipusatkan di Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru, melalui Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (PTPH).
"Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka Hari Ulang Tahun TVRI dan dilaksanakan serentak di seluruh stasiun TVRI se-Indonesia. GPM ini kami selenggarakan secara rutin tiap tahun didorong dengan dukungan Dinas PTPH Riau," kata Kepala LPP TVRI Stasiun Riau, Didik Kusjadmika.
Pemasok dan Jaminan Ketersediaan Stok
Pemprov Riau memastikan pasokan pangan yang dijual bukan barang sisa atau kualitas rendah. Melalui Dinas PTPH, pemerintah menggandeng PT Riau Pangan Bertuah, Perum Bulog, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), serta pelaku UMKM lokal untuk menyuplai bahan pokok.
Plt Kepala Dinas PTPH Provinsi Riau, Supriadi, menyatakan tujuan utama kegiatan ini memberi kemudahan akses bagi warga mendapatkan bahan pokok berkualitas. "Dalam hal ini, Pemprov Riau tentu mendukung penuh kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat, salah satunya GPM. Dengan harapan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memperoleh bahan pokok berkualitas dengan harga lebih terjangkau atau lebih murah," sebut Supriadi.
Kolaborasi dengan distributor lokal sengaja dilakukan agar pasokan tidak tersendat dan harga yang dipatok tidak merugikan petani maupun pengusaha kecil. Skema ini dinilai lebih sehat ketimbang operasi pasar yang hanya mengandalkan stok pemerintah semata.