PEKANBARU - Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) kembali menorehkan prestasi melalui keberhasilan memperoleh pendanaan dalam Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW). Tim yang sebelumnya berhasil mendapatkan pendanaan pada tahap awal, kini kembali memperoleh pendanaan pada tahap bertumbuh melalui pengembangan usaha berbasis pemanfaatan limbah ampas tahu.
Tim NutriFeedChiks sebelumnya mengembangkan pakan tambahan untuk ayam berbahan dasar ampas tahu. Pada pendanaan tahap bertumbuh, tim kembali melakukan inovasi dengan mengembangkan produk baru bernama Grownic, yaitu pupuk organik cair (POC) yang memanfaatkan limbah ampas tahu sebagai salah satu bahan baku dalam proses produksinya.
Grownic dikembangkan untuk menyediakan unsur hara organik bagi tanaman, membantu memperbaiki kesuburan tanah, meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah, serta mendukung pertumbuhan akar, batang, dan daun.
Saat ini, Grownic telah memasuki tahap pemasaran. Tim mulai memperluas jangkauan pemasaran dengan menjalin kerja sama atau kemitraan bersama beberapa toko yang berada di Kota Pekanbaru.
“Selain pemasaran melalui media digital, kami mulai menjalin kemitraan dengan beberapa toko di Pekanbaru agar Grownic lebih mudah dikenal dan dijangkau oleh konsumen. Ke depannya, kami akan terus memperluas jaringan pemasaran dan meningkatkan promosi produk,” ujar Yeni Nur Elisah selaku Tim Marketing.
Pengembangan Grownic menjadi langkah lanjutan tim dalam memanfaatkan limbah ampas tahu menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi. Inovasi ini juga memperluas pemanfaatan ampas tahu dari produk pakan tambahan unggas ke sektor pertanian melalui produk pupuk organik cair.
Keberhasilan memperoleh pendanaan tahap bertumbuh dalam P2MW menjadi bagian dari perjalanan pengembangan bisnis NutriFeedChiks. Melalui pendanaan tersebut, tim terus berupaya mengembangkan produk, memperluas pemasaran, membangun kemitraan, serta menciptakan usaha yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi lingkungan.***