Ini Harapan Bupati Rokan Hulu di Hari Pendidikan Nasional 2018

Kamis, 03 Mei 2018 | 13:01:27 WIB
Ini Harapan Bupati Rokan Hulu di Hari Pendidikan Nasional 2018
Ket Foto :

PASIRPANGARAIAN - Bupati Rokan Hulu (Rohul) H. Sukiman memimpin upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tingkat kabupaten tahun 2018 di halaman Kantor Bupati dengan mengambil tema “Kuatkan Pendidikan, Majukan Kebudayaan”, Rabu (2/5/2018).

“Dengan Peringatan Hari Pendidikan Nasional tingkat Kabupaten Rokan Hulu 2018 kita teringat akan kelahiran Raden Ki Hajar Dewantara seorang tokoh pendidikan Indonesia, maka dengan memperingati hari Pendidikan dan Kebudayaan sesuai dengan tema tersebut marilah kita jadikan peringatan Hari Pendidikan ini sebagai momentum untuk merenungkan dan menganalisa cara untuk meningkatkan dunia pendidikan, yang telah kita perjuangkan di bidang pendidikan,” kata Sukiman saat membacakan pidato Mendikbud, Mudhajir Effendy dalam peringatan Hadriknas di Rohul, Rabu (2/5/2018).

Dalam waktu yang bersamaan, Sukiman juga mengatakan, kita menerawang untuk membuat proyeksi tentang pendidikan nasional yang dikaji dan dibahas pada Hari Pendidikan Nasional 2018, melihat apa yang telah kita kerjakan di bidang pendidikan untuk kemudian lekas melangkah ke depan untuk menggapai cita-cita masa depan pendidikan nasional.

“Semua sesuai dan yang tertuang di dalam Undang-Undang No 5 tahun 2017 dan sistem pendidikan nasional tahun 2003 pasal 1 ayat 2 disebutkan bahwa pendidikan nasional kita adalah pendidikan berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 yang merupakan akar pendidikan nasional. Di sinilah terjadi titik temu antara Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, tentang kemajuan kebudayaan sebagai ilmu pembangunan Pendidikan Nasional karena kita ingin Pendidikan Nasional yang berjuang untuk membangun Peradaban pendidikan dan Kebudayaan Nasional,” ujarnya.

Menurut Mendikbud, kata Sukiman, Pendidikan dan Kebudayaan akan mengguncang Indonesia di hari Pendidikan Nasional ini, mari kita satukan tekad untuk menguatkan Pendidikan dan memajukan kebudayaan dengan disertai niat yang ikhlas dan berkualitas.

“Undang-undang nomor 5 tahun 2017 merupakan langkah strategis secara politik bagi dunia pendidikan dan budaya, langkah-langkah yang 3 tahun terakhir maupun manfaat yang semakin mempermudah walaupun pada saat yang sama memaksa kerja pendidikan harus merespon secara positif terhadap perubahan tata nilai sebagai dampak dari perkembangan disebut kerja paksa membangun dan memperkuat alat ukur yang dapat menjadi satu peninggalan kebudayaan Indonesia,” jelasnya.

Lebihl anjut dikatakannya, di antara perkembangan sarana prasarana transportasi yang telah dirasakan manfaatnya, jalan-jalan yang tertinggal ke depan harus terbebas dari isolasi dan harus saling terhubung.

Sesuai dengan skala prioritas bangunan-bangunan baru di sekolah didirikan di wilayah pedalaman akhirnya anak-anak di pedalaman mulai merasakan sarana pendidikan yang memadai yang menyenangkan

“Dunia pendidikan harus siap menghadapi ancaman yang melaju kencang serta pembangunan sumber daya manusia, Peraturan Presiden nomor 87 tahun 2017 tentang penguatan pendidikan karakter pendidikan masyarakat sebagai bagian dari gerakan nasional revolusi kita patut bersyukur karena ternyata latar belakang ini luar biasa sekali. Pendidikan dan kebudayaan bangsa sebagaimana Ki Hajar Dewantara merupakan salah satu bentuk penguatan Tri Pusat Pendidikan adalah libatkan keluarga, orang tua dan masyarakat,” tegasnya.

Bupati juga mengajak di Hari Pendidikan tahun 2018 ini kiranya bisa dijadikan momentum untuk merenungkan hubungan erat antara pendidikan dan kebudayaan sebagaimana tecermin dalam ajaran, pemikiran, dan praktik pendidikan yang dilakukan oleh Ki Hadjar Dewantara.

“Peringatan Hari Pendidikan Nasional kali ini juga kita jadikan momentum untuk melakukan muhasabah, mesu budi, atau refleksi terhadap usaha-usaha yang telah kita perjuangkan di bidang pendidikan. Dalam waktu yang bersamaan kita menerawang ke depan atau membuat proyeksi tentang pendidikan nasional yang kita cita-citakan,” kata Sukiman.

“Pendidikan juga harus menyiapkan tenaga technocraft, tenaga terampil dan kreatif, yang memiliki daya adaptasi tinggi terhadap perubahan dunia kerja yang kian cepat dan memiliki kemampuan berpresisi tinggi untuk mengisi teknostruktur sesuai dengan kebutuhan,” pungkasnya.

Bersempena dengan hari pendidikan ini Bupati Rokan Hulu juga sempat memberikan “Piagam Penghargaan” kepada penggerak kemajuan pendidikan kepada tokoh pendidikan Rokan Hulu yaitu kepada bapak Drs. H. Ibnu Ulya, M.Si .

Tampak hadir dalam upacara Hari Pendidikan Nasional 2018 ini, Para Kadis, Kaban, Kakan, dan Forkopimda, serta sejumlah tokoh pendidikan Rokan Hulu. (adv-humas)