RSD Madani Wujud Perhatian Pemko Pekanbaru Kepada Masyarakat

Jumat, 09 Februari 2018 | 13:41:00 WIB
RSD Madani Wujud Perhatian Pemko Pekanbaru Kepada Masyarakat
Ket Foto : Walikota Pekanbaru Dr Firdaus MT saat menyampaikan sambutan pada peresmian RSD Madani Kota Pekanbaru.

PEKANBARU - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru berupaya terus membenahi masalah pelayanan kesehatan. Hal itu dilakukan semata-mata sebagai perhatian Pemko kepada masyarakat Kota Pekanbaru. Kini, pelayanan kesehatan yang ditung-tunggu masyarakat saat ini sudah di depan mata.

Pemko Pekanbaru di bawah kepemimpinan Walikota Pekanbaru, Firdaus dan Wakil Walikota Ayat Cahyadi baru - baru ini meresmikan Rumah Sakit Daerah (RSD) Madani Pekanbaru. RSD Madani ini berada di Jalan Garuda Sakti KM 2, Kecamatan Tampan. Berdiri di atas lahan seluas 3,5 hektar, dengan konsep green hospital, rumah sakit ini tidak hanya menawarkan pelayanan prima, namun juga memberikan kenyamanan bagi pasien dan keluarga pasien.

"Berdirinya RSD Madani ini juga sebagai bukti komitmen kami untuk memberikan fasilitas kesehatan murah dan berkualitas," kata Walikota Dr Firdaus MT.

Luas bangunan RSD sendiri mencapai 11.300 m2. Nantinya, RSD Madani ini juga akan dilengkapi bangunan masjid seluas 907m2. Saat ini, RSD Madani sudah difungsikan meski masih minimal. Namun, bukan berarti pelayanan yang diberikan juga minim.

"Ini berkat kerjasama semua pihak, baik pemerintah provinsi kemudian dinas-dinas terkait di provinsi dan juga pemerintah pusat melalui kementerian kesehatan yang telah memberikan proses perizinan sehingga rumah sakit ini dapat beroperasi," sambungnya. 

Walikota Pekanbaru Dr Firdaus MT menggunting pita tanda diresmikannya RSD Madani Kota Pekanbaru.

Berdirinya RSD Madani ini, kepada dinas terkait diminta agar pelayanan kesehatan dikejar sampai ke rumah warga, dengan menjemput pasien dengan ambulance dari rumah sakit atau pun dokter yang datang agar lebih efektif. 

RSD Madani ini merupakan rumah sakit rujukan dan pelayanan. Namun jika butuh tindaklanjut penanganan penyakit Pemko akan merujuk ke rumah sakit yang lebih tinggi. Untuk itu ia harapkan RSUD Arifin Achmad juga bisa sebagai rujukan bagi pasien yang tidak tertangani. 

Selama ini, ketika ada pasien yang sakit selalu dirujuk dari puskesmas ke RSUD, begitu juga di kabupaten kota lain. Semestinya, kata Walikota, bisa diselesaikan oleh rumah sakit rujukan di kabupaten kota, tetapi tidak dilakukan. Sehingga rumah sakit Arifin Achmad selalu membeludak. 

"Dengan hadirnya RSD Madani ini akan bisa membantu meringankan beban kerja di RSUD Arifin Achmad. Setidaknya warga pekanbaru dirujuk ke RSD Madani dulu, kalau tidak selesai baru dirujuk ke RSUD Arifin Achmad," jelasnya.

Saat ini untuk melakukan pelayanan medis di RSD Madani, Pemko Pekanbaru melalui Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru sudah memiliki dokter spesialis. Para dokter spesialis ini didatangkan dari beberapa Puskemas yang ada di Pekanbaru. 

"Setidaknya, ada 18 dokter spesialis yang akan standby  di RSD Madani. Jadi nanti pasien yang memerlukan penanganan dokter spesialis, bisa ke RSD Madani," kata Plt Kepala Diskes Kota Pekanbaru, Zaini Rizaldy.

Dokter spesialis yang ditarik ke RSD Madani dari Puskesmas tidak akan mengurangi kualitas pelayanan kesehatan di tingkat puskesmas. Lagi pula, Diskes sudah mengusulkan penambahan tenaga media. Tidak hanya penambahan petugas, tapi juga usulan bantuan dana baik kepada Pemprov Riau maupun ke Pemerintah Pusat.

Walikota Pekanbaru Dr Firdaus MT foto bersama usai meresmikan RSD Madani Kota Pekanbaru.

Sementara itu, Plt Direktur Utama RSD Madani dr Dian Astuti menyebut, ke depan masih banyak yang harus dipersiapkan sesuai visi misi walikota, tentang bidang kesehatan unggulan di Pekanbaru. "Dengan potensi SDM dan dukungan dinas serta pemko ke depan RSD Madani ini saya optimis berprogres ke depan," sebutnya. 

Sebagai institusi kesehatan pihaknya sangat berterimakasih kepada Walikota Pekanbaru yang telah memprakarsai hadirnya RSD Madani. Apresiasi itu juga disampaikan para tenaga medis, terutama dokter spesialis.

"Ini diapresiasi sekali oleh para dokter spesialis. Ke depan kita koordinasikan lagi dengan pemko yang mana SDM ini adalah tolak ukur keberhasilan institusi rumah sakit," jelasnya. 

Saat ini, lanjutnya, di RSD Madani ini terdiri dari 91 tenaga medis, antara lain dokter spesialis 21 orang, dokter umum 9 orang, dokter gigi 3 orang, perawat 27 orang, perawat gigi 3 orang, bidan 11 orang, ahli gizi 3 orang, analisis 2 orang, apoteker 1 orang, asisten apoteker 1 orang, fisioterapi 1 orang, rekam medik 1 orang, manajemen 8 orang. 

“Untuk pelayanan kesehatan, ada sebanyak delapan orang dokter umum dan 18 dokter spesialis yang disiapkan. Kemudian ditambah dengan karyawan lainnya seperti perawat, bidan, ahli gizi, farmasi dan petugas labor,” paparnya. (advertorial)