Kembangkan UMKM Hadapi MEA

Jumat, 18 November 2016 | 22:01:01 WIB
Kembangkan UMKM Hadapi MEA
Ket Foto : Bupati Rohil H Suyatno mendampingi Gubri Arsyadjuliandi Rachman saat berkunjung ke Bagansiapiapi. (adv)
BERLAKUNYA Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)  memberikan tantangan dan peluang bagi Kabupaten Rokan Hilir untuk meningkatkan daya saing pasar bebas. Penciptan setra-setra produksi yang potensial dikembangkan pemerintah setempat di setiap kecamatan.
 
Hal ini dilakukan untuk meningkatkan daya saing hasil produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu bersaing secara global. Dengan mengembangkan UMKM lewat berbagai pembinaan termasuk dari segi pembiayaan.
 
Demikian diungkapkan BUpati Rohil, H Suyatno, saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), belum lama ini di Bagansiapiapi. Suyatno menjelaskan, peningkatan daya saing UKMM dilakukan dalam rangka peningkatan eligibilitas dan kapabilitas daya saing UMKM.
 
"Mendorong pemberdayaan sektor riil dan daya saing UMKM termasuk salah satu langkah mengembangkan tenaga kerja. Dengan begitu, peningkatan kompetensi dan produktivitas tenaga kerja lewat pengembangan UMKM adalah langkah kita menghadapi MEA," jelas Bupati.
 
Berkembangnya UMKM, sambung Suyatno, juga untuk peningkatan penguatan dan ketahanan pasar dalam negeri. "Perdagangan pasar bebas (MEA) tak bisa kita hindari. Untuk itulah pelaku UMKM terus kita bina supaya tidak menjadi penonton di negerinya sendiri. Kalau pasar dalam negeri kita kuat, maka kita pun siap mengekspor produk kita melalui kerjasama internasional," papar Suyatno.
 
Sehingga, pengkajian kebijakan perdagangan dalam negeri ini kita siapkan untuk mendukung implementasi MEA tanpa meninggalkan pelaku UMKM. "Untuk itulah kenapa Pemkab Rohil gencar memfasilitasi dan mengedukasi pelaku UMKM. Salah satunya karena menyiapkan tantangan MEA. Sehingga, wirausaha pemula pun tidak dihantui rasa cemas mengembangkan usaha berbasis temuan baru," ungkap BUpati. (adv)
 
Pemkab Rohil Kokohkan Stabilitas Ekonomi untuk Kesejahteraan Rakyat 
 
SASARAN prioritas Pemkab Rohil 2016-2021 menyangkut pemantapan stabilitas ekonomi. Dengan menjaga dan memelihara stabilitas ekonomi makro, tentunya pertumbuhan ekonomi akan terus naik sehingga kesejahteraan masyarakat semakin membaik pula.
 
Peningkatan kemampuan pendanaan pembangunan baik bersumber dari pemerintah maupun swasta terus ditingkatkan. Hal ini dilakukan dalam menjaga perekonomian Kabupaten Rohil yang pada periode 2010-2014 terus mengalami perkembangan yang cukup menggembirakan dan cenderung stabil. Pertumbuhan ekonomi di masa itu cukup tinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya dan tentunya keberhasilan ini akan ditingkatkan.
 
Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Rohil, Drs Jamiludin, dalam memaparkan laju pertumbuhan ekonomi daerah. "Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Rohil tahun 2010-2014 mengalami fluktuasi, namun menunjukkan trend yang meningkat dibanding tahun 2010-2011 berada pada level negatif. Artinya, terjadi penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Inilah yang harus kita pertahankan dan tingkatkan periode 2016-2021," papar Jamiludin.
 
Wabup Rohil Drs Jamiludin member salam kepada masyarakat dalam suatu kesempatan resmi. (adv)
 
Dijelaskan mantan Wakil Ketua DPRD Rohil dua periode ini, tahun 2012-2014 pertumbuhan ekonomi Rohil mengalami ekspansi dan berada pada pertumbuhan yang positif. "Trend peningkatan pertumbuhan ekonomi Rohil justru berbanding terbalik dengan pertumbuhan ekonomi Riau yang cenderung menurun saat itu. Harus kita akui saat itu peran pak Suyatno saat menjadi Wabup memimpin Rohil bersama pak Annas Maamun cukup baik," tuturnya. 
 
Diungkapkan Jamiludin, laju pertumbuhan ekonomi Rohil tahun 2014 telah melebihi laju pertumbuhan ekonomi Riau dan kondisi itu akan terus dipertahankan dan ditingkatkan hingga tahun 2021. "Ini mengindikasikan bahwa perekonomian Rohil semakin membaik dan melebihi rata-rata pertumbuhan ekonomi Riau. Harus kita tingkatkan lagi untuk kesejahteraan masyarakat," tegasnya.
 
Menyangkut nilai PDRB (Produk Domestik Regional Bruto), sambung Wabup Rohil ini, harga konstant sejak tahun 2014 mengalami peningkatan di berbagai sektor. "Walaupun,  terdapat penurunan kontribusi sektor pertambangan disebabkan kenaikan kontribusi sektor perekonomian lain, tetapi semuanya dapat diatasi dengan cepat. Buktinya, saat ini sektor pertanian mengalami kenaikan nilai PDRB 31,61 persen," jelasnya.
 
Sektor lain belakangan ini mengalami peningkatan nilai PDRB yang cukup besar adalah sektor, industri pengolahan dan Perdagangan Besar dan Eceran Reparasi Mobil dan Sepeda Motor dengan rata-rata pertumbuhannya 16,68 persen dan 4,24 persen. 
 
"Aktivitas industri sektor ini memiliki keterkaitan dengan sektor lainnya, seperti sektor keuangan dan jasa asuransi dengan kenaikan rata-rata 0,26 persen. Karena, aktivitas ini akan memberikan dukungan terhadap aktivitas-aktivitas lainnya dalam penyediaan sumber pembiayaan pembangunan dan ekonomi yang ada di Kabupaten Rohil," beber Jamiludin. (adv)